- Advertisement -
23.7 C
Surakarta
Beranda blog

Manfaat apa saja yang terkandung pada daun salam, yuuk kita simak..

0
daun salam

Wartasurakarta.com – Banyak wanita menambahkan daun salam ke dalam masakannya, terutama ketika memasak daging merah dan daging unggas.

Banyak dari kita tidak tahu mengapa daun salam ditambahkan ke dalam masakan ?

Ketika seorang wanita ditanya mengapa ?

Dia berkata, “untuk membumbui makanan”.

Jika Anda merebus daun salam dalam segelas air dan mencicipinya, tidak akan terasa apa-apa.

Jadi mengapa Anda memasukkan daun salam ke dalam daging atau masakan lain ?

Penambahan daun salam ke dalam daging akan mengubah trigliserida menjadi lemak tak jenuh tunggal.

Untuk percobaan dan konfirmasi : “Potong ayam menjadi dua bagian, masak masing-masing setengah dalam panci dan letakkan daun salam di satu panci, dan yang lainnya tanpa daun salam. Amati jumlah lemak di kedua wajan.”

Jika Anda memiliki daun salam, anda tidak perlu ke apotek lagi.

Seperti studi ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa daun salam memiliki banyak manfaat.

Daun salam membantu untuk menyingkirkan banyak masalah kesehatan serius dan penyakit.

Manfaat daun salam adalah :

  1. Daun salam mengobati gangguan pencernaan dan membantu menghilangkan benjolan.
  2. Mulas
  3. Keasaman
  4. Sembelit
  5. Mengatur pergerakan usus dengan minum teh daun salam panas.
  6. Daun salam menurunkan kadar gula darah dan daun salam juga merupakan antioksidan.
  7. Memungkinkan tubuh memproduksi insulin dengan memakannya atau minum teh daun salam selama sebulan.
  8. Menghilangkan kolesterol jahat dan mengurangi trigliserida dalam tubuh.
  9. Sangat berguna untuk mengobati pilek, flu, dan batuk parah karena merupakan sumber vitamin C yang kaya. Anda bisa merebus daun salam dan menghirup uapnya untuk menghilangkan dahak dan mengurangi keparahan batuk.
  10. Daun salam melindungi jantung dari kejang dan stroke karena mengandung senyawa pelindung kardiovaskular.
  11. Kaya akan asam seperti asam caffeic, quercetin, eigonol dan bartolinide, zat yang mencegah pembentukan sel kanker dalam tubuh.
  12. Menghilangkan insomnia dan kecemasan, jika diminum sebelum tidur, membantu Anda rileks dan tidur nyenyak.
  13. Minum secangkir daun salam rebus dua kali sehari untuk memecah batu ginjal dan menyembuhkan infeksi.

Ki Seno Nugroho, dalang fenomenal asal Yogyakarta itu tutup usia.

0

WARTASURAKARTA.COM – Ki Seno Nugroho, dalang fenominal asal Yogyakarta, kelahiran 23 Agustus 1972 itu pada hari Selasa, 3 November 2020, pukul 20:00 WIB tutup usia. Belum diketahui penyebab wafatnya dalang kondang yang kerap piawai memainkan punakawan tersebut.

Mengawali karir sebagai dalang sejak usia 15 tahun, Seno muda mengaku sangat terinspirasi oleh dalang kondang asal Solo, Ki Manteb Sudarsono, yang kemudian menetapkan hati menekuni dunia pedalangan sejak masih dibangku Sekolah Menengah Kesenian Yogyakarta. Ki Seno Nugroho dengan kelompok karawitan “Wargo Laras” nya dan sederet Waranggana / sinden kerap tampil dengan memadukan gaya Yogyakarta dan Surakarta. Keakraban dan keserasian hubungan antara dalang, pengrawit, sinden dan terkadang bintang tamu selalu terjalin apik dan sangat mendukung kualitas dalam setiap pementasannya.

Selamat jalan Ki Seno Nugroho, kami akan sangat merindukanmu. Semoga ilmu dan karya-karyamu selalu memberikan inspirasi untuk semuanya.

Sukseskan Penyaluran DFDD Tahun 2021 di Jawa Tengah

0
Peserta Zoom Meeting
Peserta FGD DAK Fisik dan Dana Desa Prov. Jawa Tengah Semester II Tahun 2021

Wartasurakarta.com, Solo – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu, 21 Juli April 2021 mengadakan Rapat Koordinasi Penyaluran Dak Fisik dan Dana Desa (DFDD) Tahun 2021 secara daring yang dihadiri para peserta dari pemerintah daerah Kab/Kota/Provinsi yang mengelola DFDD, para Kepala KPPN lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah serta Narasumber yang berasal dari Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan. Acara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB.

Acara FGD kali ini menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten dari kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Jakarta, diantaranya Bp Digar Rou Yahya Muhammad dari Direktorat Pelaksanaan Anggaran, Bapak Efid Dwi Agustono dari Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Perbendaharaan (Programer OMSPAN), dan Bapak Haryando Anil dari Direktorat Pelaksanaan Anggaran.

Dalam paparan materinya, Bapak Digar menyampaikan perkembangan terkini berkaitan dengan tata cara penyaluran DFDD, sesuai dengan perkembangan perubahan peraturan yang berlaku saat ini.

Selanjutnya paparan Materi oleh Bapak Efid Dwi Agustono dari Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Perbendaharaan (Programer OMSPAN). Dalam paparannya, narasumber menyampaikan materi tentang teknis penyaluran Dana Desa melalui aplikasi OMSPAN.

Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Haryando Anil, dari Direktorat Pelaksanaan Anggaran yang memaparkan materi tentang Perkembangan Penyaluran DAK Fisik Tahun 2021 di Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai awalan diskusi pada acara FGD tersebut, Bapak Kepala Kanwil menyampaikan data perkembangan realisasi Dak Fisik dan Dana Desa di wilayah Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. Berdasarkan data yang ada bahwa rata-rata realisasi DFDD di Jawa Tengah baru mencapai 8,3 persen.

Kepala Kanwil DJPb Prov Jateng, Bapak Midden Sihombing Bersama Pemandu Acara Bapak Ahmad Heryawan dan 3 Narasumber dari Kantor Pusat DJPB

Acara selanjutnya adalah diskusi/tanya jawab yang dipandu oleh Bapak Ahmad Heryawan, Kepala Bidang PPA II. Dalam diskusi kali ini cukup interaktif sekali, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para pengelola DFDD selama acara diskusi. Acara FGD ditutup pukul 12.00WIB.

#Suparjito

Pengembangan Kerajinan Bambu Di Jambu Kulon Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten

0

Wartasurakarta.com – Desa Jambu Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ceper  Kabupaten Klaten Jawa Tengah.  Desa ini terkenal dengan sebutan Sentra Kerajinan Bambu, dimana usaha kerajinan Bambu  ini telah menjadi industri unggulan di Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Namun sejak  pademi COVID-19 melanda dunia akhir tahun 2019 yang lalu, industri kerajinan Bambu  di Jambu Kulon  ini juga terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan Bambu  di Jambu Kulon  Ceper Klaten. Menghadapi kondisi ini diperlukan upaya penenganan yang serius, mengingat banyaknya masyarakat di desa Jambu Kulon Ceper Klaten yang menggantungkan hidupnya dari industri ini. Kegiatan matching fund ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha kerajinan Bambu  desa Jambu Kulon Ceper Klaten  dan bekerja sama dengan kerajinan Bambu ABIA Art Jambu Kulon Ceper Klaten  melalui pelatihan dan implementasi pemasaran digital, inovasi desain dan penggunaan tehnologi tepat guna pada produksi kerajinan Bambu desa Jambu Kulon Ceper Kabupaten Klaten.

Rencana kegiatan ini akan dilakukan melalui empat tahapan. Tahapan ini dilakukan oleh akademisi, mahasiswa dan pelaku usaha binaan UKM kerajinan Bambu ABIA Art di desa Jambu Kulon Ceper. Kegiatan pada tahap pertama merupakan tahap persiapan pengenalan dan pelatihan tehnologi tepat guna produksi hiasan bebek yang dibatik.  Kegiatan tahap kedua  merupakan tahapan edukasi dan pelatihan membuat multimedia digital Virtual Reality, inovasi desaindan pembuatan fasilitas Workshop kerajinan Bambu ABIA Art . Tahap ketiga dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan, perencanaan strategis dan pemasaran online. Tahap keempat merupakan tahap implementasi dan pendampingan penggunaan mesin digital printing, inovasi desain kerajinan Bambu ABIA Art ., penerapan pengelolaan keuangan dan  pengenalan produk workshop kerajinan Bambu ABIA Art melalui marketing online.

Ada beberapa masalah yang dihadapi UKM saat ini yang memerlukan pemecahan yaitu (berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan oleh penulis pada UKM handycraft di Karanganyar, Solo, dan Yogyakarta): masalah Internal meliputi menggunakan peralatan manual, perolehan bahan baku, permodalan, inovasi desain yang terbatas, dan manajemen keuangan, yang meliputi juga administrasi keuangan/pembukuan. Belum  semua UKM melakukan pencatatan dengan baik, masalah upah, dan belum semua UKM memilahkan antara harta usaha dengan harta pribadi.

       Hasil pelaksanaan kegiatan di UKM “ABIA ART” dapat disimpulkan, bahwa:

  1. Kegiatan penyerahan dan  introduksi komputer dan printer untuk pengoperasian digital marketing terjadi peningkatan keterampilan pengoperasian komputer. Hal tersebut berpengaruh pada perilaku kerja karyawan yang berupaya meningkatkan pemasaran dan kualitas kerjanya lebih efisien.
  2. Terjadi peningkatan keahlian dalam desain batik kayu yang bermacam-macam, dan menyempurnakan desian painting yang sudah ada oleh LPER Cabang Klaten sehingga terjadi peningkatan kualitas produk.
  3. Lebih aktif menawarkan proposal kerjasama dalam rangka pemasaran produk diantaranya: pesanan souvenir, meja catur, kursi, dakon dll, serta mencari terobosan permodalan tanpa agunan seperti fintech.
  4. Memahami dan melaksanakan prosedur ekspor impor dengan benar.

Ketua Tim Peneliti :
Dr. Rum Handayani, M.Hum. (Universitas Sebelas Maret Surakarta/Seni dan desain)

Anggota Tim Peneliti :

  • Prof. Dr. Jamal Wiwoho SH, M. Hum. (Universitas Sebelas Maret Surakarta/Hukum)
  • Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. (Universitas Sebelas Maret Surakarta/Akuntansi)
  • Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST., MT. (Universitas Sebelas Maret Surakarta/Tehnik)
  • Dr. Francisca Sestri Goestjahjanti, SE., MM. (STIE Insan Pembangunan  Tangerang)

Mahasiswa:

  • Dra. Siti Nurlaela, M.Si, Ak, C.A. (T401908039)
  • Rizky Windar Amelia, S.E, M.Acc., .Ak., C.A. (T402008029)

Pengabdian Kepada Masyarakat pada UKM Batik Print Malam dengan Pewarna Alami

0
UKM Batik Print malam

Solo, wartasurakarta.com – Industri batik merupakan industri yang sudah lama berkembang di wilayah Surakarta. Industri ini mengalami pasang surut seperti industri lainnya.  Pada masa wabah covid 19 ini industri batik mengalami efek  buruk hingga terjadi penurunan lebih dari 70% bahkan sebagian gulung tikar.  Perubahan perilaku masyarakat yang membatasi diri dalam kegiatan. Adanya PSBB menyebabkan berbagai mall, restoran dan juga tempat wisata lain ditutup. Event dan kegiatan massal tidak dapat dilaksanakan seperti sediakala. Salah satu wilayah industri batik yang sangat terpukul adalah di wilayah Surakarta.

Kota Surakarta sejak lama menjadi pusat pertumbuhan industri batik. Mereka tersebar di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon dan Lawiyan. Namun sejak pademi COVID-19 melanda dunia akhir tahun 2019 yang lalu, industri batik dan pengrajinnya terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan batik.

Salah satu UKM yang mengalami kondisi penurunan penjualan yaitu Batik Santosa di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasarkliwon. UKM ini menghasilkan produk batik tulis asli dan print malam yang selama ini sudah laku dipasaran, serta berpeluang untuk bisa meningkatkan permintaannya dan menjadi produk unggulan daerah

Menghadapi kondisi ini diperlukan upaya penenganan yang serius, mengingat banyaknya masyarakat di kelurahan-kelurahan se wiayah Surakarta yang menggantungkan hidupnya dari industri batik ini.  Tim pengabdi UNS melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan guna memecahkan masalah tersebut.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Pak Santosa dengan penuh semangat dan senang karena dirasakan ada manfaatnya. Manfaat utama yang dirasakan adalah memperoleh Teknik baru dan alat yang lebih baik serta harapan akses pasar yang lebih luas.

Program yang dijalankan oleh peneliti adalah  memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pembatik dari batik Santosa yaitu pak Santosa dan istrinya dengan kegiatan antara lain :

1. Pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan usaha

2. Pelatihan dan pendampingan manajemen bisnis

3. Pelatihan dan implementasi pemasaran digital menggunakan teknologi informasi dan internet oleh tim.

4. Pendampingan untuk pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan teknologi

5. Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna untuk produksi

6. Implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan teknologi tepat guna oleh tim.

7. Praktek produksi untuk hasil yang lebih berkualitas.

Hasil penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan pengrajin batik Santosa

Dari sisi admisistratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Peningkatan keterampilan ini diharapkan batik Santosa dapat melalui kondisi krisis dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.

Diperlukan kegiatan lanjutan untuk mengkawal peningkatan hasil usaha dikota Surakarta dengan harapan perekonomian UMKM dapat tumbuh kembali serta berkembang.

Penulis : Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dr. Edy Supriyono, SE., MSi., Akt., CA., Drs., Agus Budiatmanto, MSi., Akt., CA

Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Melalui Implementasi Pemasaran Digital, Inovasi Desain, Teknologi Tepat Guna Produksi Konveksi Kaos Di Bumdes Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten

0
Konveksi Kaos

Klaten, wartasurakarta.com – Wabah covid 19 tidak hanya menyebabkan berubahnya prilaku manusia dalam menjalankan aktvitas sehari-hari. Namun  juga roda perekonomian masyarakat, berbagai indsutri mengalami efek  buruk akibat adanya perubahan prilaku masyarakat yang membatasi diri dalam kegiatan. Adanya PSBB menyebabkan berbagai mall, restoran dan juga tempat wisata lain ditutup. Event dan kegiatan massal tidak dapat dilaksanakan seperti sediakala.

Kegiatan ini mengakibatkan industry tekstil mengalami dampak buruk, khususnya industry konveksi kaos yang tidak lagi banyak menerima order untuk kegiatan-kegiatan kampanye ataupun event lainnya.

Desa pandes yang dikenal dengan sebutan kampung kaos, dimana usaha kerajinan konveksi ini telah menjadi industri unggulan di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Namun sejak pademi COVID-19 melanda dunia akhir tahun 2019 yang lalu, industri konveksi di Kampung Kaos ini juga terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan konveksi di Kampung Kaos desa Pandes.

Menghadapi kondisi ini diperlukan upaya penenganan yang serius, mengingat banyaknya masyarakat di desa Pandes yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.  Tim peneliti UNS melakukan kegiatan penelitian guna memecahkan masalah tersebut.

Kegiatan awal tim peneliti ini adalah melakukan koordinasi awal dengan Pemerintah Desa Pandes, khususnya para pengurus BUMDes Karya Nyata dan perwakilan paguyuban pengusaha konveksi Kampung Kaos di Desa Pandes. Salah satu usaha BUMDES adalah produksi kaos dan yang kedua BUMDES punya lahan untuk arena budaya dan bermain anak-anak.

Program yang dijalankan oleh peneliti adalah  memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pengusaha UMKM kaos di desa pandes dengan kegiatan  antara lain :

  1. Pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan usaha paguyuban konveksi Kampung Kaos di Desa Pandes.
  2. Pelatihan dan pendampingan manajemen bisnis paguyuban konveksi Kampung Kaos di Desa Pandes.
  3. Pelatihan dan implementasi pemasaran digital menggunakan tehnologi informasi dan internet oleh tim.
  4. Pendampingan untuk pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan tehnologi computer
  5. Pelatihan dan pendapingan penggunaan tehnologi tepat guna untuk produksi
  6. Implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan tehnologi tepat guna oleh tim.
  7. Pembuatan arena bermain untuk anak-anak

Hasil penerapan tehnologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.

Dari sisi admisistratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Dengan peningkatan keterampilan ini diharapkan para pelaku usaha yang tergabung dalam BUMDes Karya Nyata ini dapat melalui kondisi krisis ini dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.

Diperlukan kegiatan lanjutan untuk mengkawal peningkatan hasil usaha konveksi kaos di desa pandes sehingga perekonomian di sector UMKM dapat tumbuh kembali.

Penulis : Dr. Edi Kurniadi, M.Pd., Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Zaenah, S.E., M.A., Dr. Ign. Novie Endi Nugroho, S.E., M.Si.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Bisnis dan Perpajakan Indonesia

0
Seluruh Tamu Undangan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Solo, wartasurakarta.com – Pembina Yayasan Insan Mandiri Tanmawy yang sekaligus Anggota DPR RI Komisi VII, H. Rofik Hananto, SE bersama perwakilan World Assembly of Muslim Youth (WAMY)  untuk Indonesia, Ustadz Ahmad Muti, Lc, MA, pada hari Minggu, 04 April 2021, melakukan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Bisnis dan Perpajakan Indonesia yang berlokasi di Jalan Veteran, Kartasura. Dalam acara peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Dipl.-Ing. H. Quatly Abdulkadir Alkatiri, salah satu komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia, Prof. R. Widyo Pramono, Perwakilan Kanwil Jateng II Direktorat Jenderal Pajak, Camat, Polsek dan Danramil Kartasura.

Ketua panitia peletakan batu pertama, Dr. Sakidi, SE, Ak, MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kampus ini dimaksudkan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda baru yang memiliki kompetensi teknis serta moralitas yang mumpuni. Dalam bahasa lain beliau menyampaikan bahwa kampus ini nantinya akan mencetak pengusaha-pengusaha baru yang memiliki kesadaran tentang arti pentingnya pajak bagi pembangunan suatu negara. Hal ini bukanlah impian kosong belaka, karena adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, diantaranya para praktisi pengusaha yang telah berhasil yang nantinya menjadi tempat magang atau praktek kerja lapangan bagi para mahasiswa, serta akademisi dengan latar belakang yang sesuai dengan program study yang hendak dibuka nantinya, yaitu para alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) dan alumni perguruan tinggi ternama lainnya.

Sementara itu, perwakilan dari WAMY, Ustadz Ahmad Muti, Lc, MA, menyampaikan bahwa WAMY merupakan lembaga internasional pertama yang menghimpun dana serta memiliki perhatian khusus pada pembangunan generasi muda. WAMY telah terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga internasional non pemerintah (International Non Government Organisation / INGO) yang independen serta mendukung kerja organisasi-organisasi Islam dan Kepemudaan dalam mengembangkan organisasi dan mengayomi masyarakat. Pada tanggal 08 Juni 2010, WAMY Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kedua kalinya dengan Kementerian Agama dalam bidang Pengembangan Agama di Indonesia, sebagai kelanjutan atas MoU yang pertama ditandatangani pada tanggal 03 April 2003. Adapun visi WAMY adalah “Organisasi Terdepan untuk Pemuda Pilihan”, dengan misi melahirkan generasi baru yang lebih baik pada aspek mental dan moral, didukung dengan penguasaan keilmnuan (sains dan teknologi) yang handal sehingga dapat bersaing dalam kancah kompetisi global yang semakin kompleks. Dan hal ini harapannya dapat terwujud dengan berdirinya Sekolah Tinggi Bisnis dan Perpajakan Indonesia.

(Suparjito)

Sekar macapat Dandanggula

0
tembang macapat dandanggula

WARTASURAKARTA.com – Sekar macapat Dandanggula. Dandang berarti permohonan yang sungguh-sungguh, dan gula berarti manis.

Sekar Dandanggula menggambarkan manusia yang telah berkeluarga yang selalu punya angan-angan / permohonan yang baik dan menyenangkan.

Watak tembang dandanggula adalah fleksibel, dapat digunakan untuk hal apapun, luwes, merasuk hati, gembira dan indah.

Sekar dandang gula memiliki aturan tembang sebagai berikut:

Terdiri atas 10 baris:

Baris pertama, terdiri atas 10 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara i.

Baris kedua, terdiri atas 10 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Baris ketiga, terdiri atas 8 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara e.

Baris keempat, terdiri atas 7 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara u.

Baris kelima, terdiri atas 9 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara i.

Baris keenam, terdiri atas 7 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Baris ketujuh, terdiri atas 6 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara u.

Baris kedelapan, terdiri atas 8 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Baris kesembilan, terdiri atas 12 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara i.

Baris kesepuluh, terdiri atas 7 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19

0
Sedang Membatik
Sumber gambar: ekonomi.bisnis.com

Pandemi covid-19 tidak memupus semangat Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Dharma yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pandemi covid 19 menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk bangkit.

Beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara kolaboratif oleh Universitas Sebelas Maret, Universitas PGRI Yogakarta, Universitas Gajayana Malang. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diharapkan dapat membantu masyarakat dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mandiri dan berdaya ditengah pandemic covid-19. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dikompilasi dalam buku yang berjudul “Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Tim Pengabdi berharap dengan diterbitkannya buku tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat, UKM, khalayak luas untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas di masa pandemic covid-19.

Kegiatan pengabdian yang disajikan dalam buku tersebut terdiri dari pemberdayaan UKM Batik Bantul, UKM Bordir di Kudus, UKM Makanan ringan Trenggalek dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Boyolali.

Pemberdayaan UKM Batik di Bantul merupakan kerja sama tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Pemberdayaan UKM Batik di Bantul mengedepankan kearifan local berupa warna alam sebagai pewarna batik. Pemanfaatan dedaunan, bunga, biji, batang pohon dan lain-lain diolah menjadi warna alam yang ramah lingkungan. Inovasi yang dilakukan oleh tim pengabdi dengan mengembangkan warna alam tersebut dicampur bubuk tulang sapi sehingga hasilnya lebih optimal.

Pemberdayaan UKM Batik Bordir di Kudus merupakan kerja sama tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret dan pemerintah daerah. Pembedayaan yang dilakukan focus pada pengembangan inovasi batik bordir dan pemanfaatan limbah Afal untuk membuat handicraft yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pemberdayaan UKM makanan ringan merupakan kerjasama antara Universitas Gajayana Malang dengan pemerintah Kabupaten trenggalek. Pemberdyaam ini fokus pada analisis Business Model Canvas. Anaisis yang dilakukan meliputi customer segments, value propositions, channels, Customer relationship, revenue stream, key resources, key activities, key partnership, cost structure. Berdasarkan analisis tersebut dirumuskan strategi bisnis yang tepat untuk UKM maupun pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengembangkan UKM.

Pemberdayaan yang keempat yang disajikan adalah pemberdayaan masyarakat Kabupaten Boyolali melalui komunitas “Rumahku”. Komunitas rumahku dibangun dengan tujuan sebagai wahana belajar dan berbagi. Pemberdayaan dengan mengembangkan keterampilan dan kompetensi anggota masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah yang inklusif. Harapannya komuniatas tersebut tangguh dalam menghadapi permasalahan ekonomi dan tantangan social yang terus berubah.

Penulis: Prof. DR. Rahmawati, M.Si.,Ak

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Organik Berbasis Green Entrepreneurship

0
sampah organik

Wartasurakarta.com – Penanganan sampah anorganik relatif lebih rumit daripada sampah organik, karena sampah anorganik tidak dapat terurai secara alami. Sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga bermacam-macam, seperti sampah plastik bekas kemasan suatu produk keperluan rumah tangga, botol, sedotan minuman, kaleng, dan lain sebagainya. Meminimalkan sampah ini dapat dilakukan dengan cara 3R, yaitu reuse (pakai ulang), reduce (mengurangi timbulnya sampah), dan recycle (mendaur ulang menjadi barang yang berguna).

Dewasa ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan mulai tumbuh. Pemerintah sendiri sudah mencanangkan program “Gerakan Indonesia Peduli Sampah Menuju Masyarakat Berbudaya Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) Untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah deklarasi menuju Indonesia bersih 2020. Salah satu contoh penerapan program 3R tersebut adalah dengan mengolah sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Namun, pada kenyataannya memang belum banyak yang bisa mengolah sampah anorganik tersebut menjadi barang yang bernilai, karena pengelolaan sampah tidak semudah yang dibayangkan dan membutuhkan tenaga, sarana serta biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, peran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang efektif dan efisien menjadi semakin diperlukan.

Terdapat beberapa kelompok pengusaha kecil di Kota Surakarta yang memiliki potensi untuk menerapkan program 3R melalui pengolahan sampah anorganik menjadi barang yang bernilai ekonomi, seperti celengan, pigura, tempat pensil, tas dan dompet. Kelompok-kelompok tersebut tergabung dalam sebuah jaringan usaha yang bernama Jaringan Perempuan Usaha Kecil Ngudi Lestari (Jarpuk Ngudi Lestari) Kota Surakarta dan KPUK Sejahtera. Jarpuk Ngudi Lestari dan PUK Joyosuran ini beranggotakan para perempuan pengusaha kecil di Surakarta.

Jarpuk Ngudi Lestari dan PUK Joyosuran memiliki potensi untuk mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi karena anggota Jarpuk Ngudi Lestari dan KPUK Sejahtera terdiri dari perempuan pengusaha kecil yang memiliki motivasi untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, basic keahlian pembuatan produk dari sampah anorganik ini mayoritas dimiliki oleh perempuan, seperti menghias dan menjahit.

Konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat akan semakin meningkatkan nilai tambah, ketika masyarakat mempunyai mindset greenpreneurship, yaitu jiwa kewirausahaan berorientasi lingkungan. Program ini diharapkan akan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap lingkungan dengan cara yang bertanggungjawab sekaligus memberdayakan potensi untuk dikembangkan. Penulis menggunakan beberapa metode yang akan digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan terkait produk-produk yang dihasilkan dari sampah organik. Pendekatan yang dilakukan adalah partisipatif.

Tidak hanya itu saja tetapi juga melanjutkan inovasi pemanfaatan kain perca menjadi kalung bunga mawar dan olah limbah organik menjadi pupuk kompos. Bantuan alat tong dan perlengkapannya untuk membuat pupuk kompos. Hasil panen dijual dan digunakan penduduk sekitar untuk menanam sayur mayur.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh peneliti meliputi :

a) Melakukan Training Need Analysis bagi pengrajin limbah rumah tangga.

b) Mengembangkan model dan modul pelatihan limbah kain perca menjadi tas dan diversifikasinya 

c) Penerapan  Alat packing

d) Pelatihan akuntansi, perpajakan koperasi, manajemen pemasaran on line, dan kewirausahaan.

e) Nara sumber ke berbagai universitas dalam rangka workshop pengabdian kepada masyarakat,

f) Studi banding olah limbah organik dan unorganik ke Sukunan DIY,

g) Nara sumber ke perkumpulan ibu-ibu Darma wanita FT UNY,

h) Pelatihan olah kain perca menjadi bunga,

i) Studi banding ke UKM olah limbah Kartasura,

j) Pameran dalam rangka dies natalis UNS tahun 2018.

Kegiatan lainnya meliputi: 

a) Mengembangkan potensi dan membangun daerah melalui sektor ekonomi rakyat yang produktif.

b) Melakukan proses transformasi pembinaan sector ekonomi rakyat secara professional. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berikut insaninya yang kritis dinamis dan konstruktif.  

c) Mengembangkan budaya belajar, bekerja dan berusaha berwawasan berwirausahaaan bagi warga masyarakat.

d) Mengembangkan Program pendidikan dan kecakapan hidup dalam upaya mengembangkan sektor usaha kecil, usaha mikro maupun sector informal.

f) Menyelenggarakan Pelatihan dengan teknologi baru bagi pengrajin limbah rumah tangga.           

Sebagai tindak lanjut dari produk yang dihasilkan melalui penelitian ini yang berupa model pelatihan dan modul pelatihan, sebagai langkah kedepan diperlukan validasi atas model pelatihan dan modul pelatihan melalui uji judges (para ahli bidang terkait) dan lapangan terbatas (beberapa calon pengguna).

Uji model pelatihan akan mengujji apakah format pelatihan yang dirancang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan transfer pengetahuan serta skills ke dalam dunia pekerjaan pengrajin. Uji kelayakan atas modul pelatihan akan menguji apakah modul pelatihan sesuai  dengan kebutuhan peserta pelatihan, sesuai dengan daya tangkap peserta dan memungkinkan peserta ikut aktif.

Berikutnya adalah melakukan evaluasi dan revisi atas model pelatihan dan modul pelatihan yang telah menjalani uji kelayakan oleh para ahli bidang terkait dan calon pengguna. Menerapkan model dan modul pelatihan yang telah dievaluasi dan direvisi kedalam bentuk pelatihan kewirausahaan dengan harapan akan terjadi peningkatan bidang afektif yaitu mulai berkembangnya jiwa kewirausahaan, peningkatan bidang psikomotorik berupa dirnilikinya keterampilan limbah rumah tangga dan peningkatan bidang kognitif yaitu meningkatnya pengetahuan manajemen usaha.

Melakukan riset evaluasi sejauh mana pelatihan kewirausahaan berbasis green akan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi sehingga kinerja usaha pengrajin meningkat. Menyampaikan feed-back dan out-come pelatihan kepada stakeholder sebagai langkah awal diseminasi model pelatihan kedalam ruang lingkup yang lebih luas.

Masih diperlukan pelatihan dan pendampingan dengan UKM yang lebih banyak sehingga tujuan Solo menjadi edu wisata akan tercapai. Pelatihan dan pendampingan olah limbah organik dan unorganik dengan inovasi masih sangat diperlukan (agar terus berinovasi).

Penulis: PROF. DR. RAHMAWATI, M.Si.,Ak , Dr. SRI WAHYU AGUSTININGSIH, INDRIAN SUPHENI, SE., M.Aks., CSRS.

Proyek Food Estate untuk Ketahanan Pangan Kedelai

0

Solo, wartasurakarta.com – Ekonom Universitas Surakarta, Dr. R. Agus Trihatmoko menilai Indonesia mestinya mampu memproduksi kedelai untuk mencukupi kebutuhan nasional, setidaknya hal itu telah dicapai pada tahun 1990 an. Produksi kedelai nasional pernah mencapai 1,7 juta ton pada tahun 1993, namun terus menurun selama dua dekade terakhir ini. Sejak tahun 2001 hingga 2015 punurunan semakin terpuruk, hingga produksi secara fluktuatif pada kisaran 700.000-900.000 ton per tahunnya.

Data dari BPS tersebut menunjukkan bahwa komoditas kedelai terabaikan selama pemerintahan ‘di era reformasi’, hingga pada waktu sekarang ini.  Kebutuhan kedelai 10 (sepuluh) tahun terakhir (BPS, 2010-2019), untuk konsumsi nasional sangat tergantung dari pasokan impor.

Total impor terus melaju meningkat hingga mencapai di atas 50% yaitu tahun 2010 sebanyak 1.740 juta ton dan pada tahun 2019 mencapai 2.670 juta ton per tahun. Rerata volume impor di atas 90% berasal dari Amerika Serikat, dan sisanya dari negara lainnya yaitu Argentina, Malaysia, Kanada, dan lain-lain.  

Menurut Agus, kekurangan pasokan kedelai hari ini sebenarnya dapat diantisipasi dari jauh waktu yaitu dengan perkuatan produksi di dalam negeri. Ketika Amerika mengalami kekeringan pada tahun 2012, kedelai dan industri tahu & tempe di Indonesia menjadi isu perekonomian nasional. Sekarang hal serupa terjadi kembali, karena pasokan kedelai dari Amerika di borong oleh China, dan beberapa negara pemasok lainnya membatasi ekspor mereka.   

Memang pemerintah bersama para importir telah mengambil langkah/upaya dengan menambah volume impor, tetapi itu hanya solusi sesaat. Pemerintah akan segera melakukan operasi pasar dari impor kedelai tersebut agar harga terjangkau di pasaran. Namun demikian, pola operasi pasar tersebut bukan pendekatan ekonomi yang produktif.   

Kepentingan ekonomi jangka panjang atas kedelai saatnya diutamakan, artinya bukan hanya masalah harga dan defisit pasokan saja, tetapi Indonesia seharusnya mampu surplus kedelai. Pemerintah sedang membangun poyek food estate mulai tahun 2021 ini diharapkan untuk tanaman kedelai juga dijadikan prioritas dalam proyek besar tersebut.

Selain dari itu, dana stimulan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) perlu diprioritaskan bagi para petani untuk mendorong produksi kedelai secara masif. Pernah saya rekomendasikan, “Masa depan petani dihadapkan pada proyek food estate (Investor Daily, 20 Agustus 2020)”.

Artinya, dana APBN 2021 dan tahun-tahun selanjutnya untuk stimulan bagi para petani kedelai perlu mendapatkan prioritas, selain para petani tanaman pangan lainnya. Sehingga, paskapanen nantinya harga dari petani kompetitif dibanding dengan harga dari produksinya food estate atau pun impor.   

Dua pendekatan melalui proyek food estate dan pemberdayaan kembali para petani merupakan pilihan strategis untuk keberhasilan ketahanan pangan kedelai. Tantangannya adalah pada kemampuan manajerial jajaran pemerintahan dari tingkat pusat sampai daerah dalam tata-kelola dan produksi kedelai; Serta, kehendak politik yaitu antara kehendak mandiri kedelai atau berpihak kepada perdagangan semata melalui ‘para importir’.  

Komoditas kedelai menyangkut kepentingan masyarakat luas. Mulai dari para pengrajin makanan tempe dan tahu, serta industri makanan dan minuman (food and baverage) lainnya, hingga para konsumennya. Limbah olahan kedelai juga banyak manfaatnya (beneficial) bagi para peternak yaitu merupakan bahan pokok pakan ternak. 

Lebih lanjut, jika Indonesia mandiri memproduksi kedelai, maka memiliki peluang untuk menghemat devisa hingga mencapai  Rp 15 triliun. Bahkan, ke depan ‘jika sudah surplus’ produksi kedelai nasional dapat mendulang devisa. 

Ketahanan pangan kedelai diharapkan dapat diwujudkan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mulai memprioritaskan sektor agro sebagai bagian kekuatan ekonomi nasional.  Hal penting yang diperlukan adalah keseriusan dan konsistensi oleh kementerian pertaninan dan dukungan penuh kementerian terkait lainnya di bidang ekonomi dalam mengimplementasikan kebijakan Presiden tersebut.

Tentu, perlu disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah-daerah yang memiliki potensi lahan dan para petaninya. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, misalnya percepatan perizinan lahan food estate.

Kurs

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.241,00
EUR
16.700,42
JPY
130,40
GBP
19.456,26