- Advertisement -
30.3 C
Surakarta
Beranda blog

Manfaat apa saja yang terkandung pada daun salam, yuuk kita simak..

0
daun salam

Wartasurakarta.com – Banyak wanita menambahkan daun salam ke dalam masakannya, terutama ketika memasak daging merah dan daging unggas.

Banyak dari kita tidak tahu mengapa daun salam ditambahkan ke dalam masakan ?

Ketika seorang wanita ditanya mengapa ?

Dia berkata, “untuk membumbui makanan”.

Jika Anda merebus daun salam dalam segelas air dan mencicipinya, tidak akan terasa apa-apa.

Jadi mengapa Anda memasukkan daun salam ke dalam daging atau masakan lain ?

Penambahan daun salam ke dalam daging akan mengubah trigliserida menjadi lemak tak jenuh tunggal.

Untuk percobaan dan konfirmasi : “Potong ayam menjadi dua bagian, masak masing-masing setengah dalam panci dan letakkan daun salam di satu panci, dan yang lainnya tanpa daun salam. Amati jumlah lemak di kedua wajan.”

Jika Anda memiliki daun salam, anda tidak perlu ke apotek lagi.

Seperti studi ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa daun salam memiliki banyak manfaat.

Daun salam membantu untuk menyingkirkan banyak masalah kesehatan serius dan penyakit.

Manfaat daun salam adalah :

  1. Daun salam mengobati gangguan pencernaan dan membantu menghilangkan benjolan.
  2. Mulas
  3. Keasaman
  4. Sembelit
  5. Mengatur pergerakan usus dengan minum teh daun salam panas.
  6. Daun salam menurunkan kadar gula darah dan daun salam juga merupakan antioksidan.
  7. Memungkinkan tubuh memproduksi insulin dengan memakannya atau minum teh daun salam selama sebulan.
  8. Menghilangkan kolesterol jahat dan mengurangi trigliserida dalam tubuh.
  9. Sangat berguna untuk mengobati pilek, flu, dan batuk parah karena merupakan sumber vitamin C yang kaya. Anda bisa merebus daun salam dan menghirup uapnya untuk menghilangkan dahak dan mengurangi keparahan batuk.
  10. Daun salam melindungi jantung dari kejang dan stroke karena mengandung senyawa pelindung kardiovaskular.
  11. Kaya akan asam seperti asam caffeic, quercetin, eigonol dan bartolinide, zat yang mencegah pembentukan sel kanker dalam tubuh.
  12. Menghilangkan insomnia dan kecemasan, jika diminum sebelum tidur, membantu Anda rileks dan tidur nyenyak.
  13. Minum secangkir daun salam rebus dua kali sehari untuk memecah batu ginjal dan menyembuhkan infeksi.

Ki Seno Nugroho, dalang fenomenal asal Yogyakarta itu tutup usia.

0

WARTASURAKARTA.COM – Ki Seno Nugroho, dalang fenominal asal Yogyakarta, kelahiran 23 Agustus 1972 itu pada hari Selasa, 3 November 2020, pukul 20:00 WIB tutup usia. Belum diketahui penyebab wafatnya dalang kondang yang kerap piawai memainkan punakawan tersebut.

Mengawali karir sebagai dalang sejak usia 15 tahun, Seno muda mengaku sangat terinspirasi oleh dalang kondang asal Solo, Ki Manteb Sudarsono, yang kemudian menetapkan hati menekuni dunia pedalangan sejak masih dibangku Sekolah Menengah Kesenian Yogyakarta. Ki Seno Nugroho dengan kelompok karawitan “Wargo Laras” nya dan sederet Waranggana / sinden kerap tampil dengan memadukan gaya Yogyakarta dan Surakarta. Keakraban dan keserasian hubungan antara dalang, pengrawit, sinden dan terkadang bintang tamu selalu terjalin apik dan sangat mendukung kualitas dalam setiap pementasannya.

Selamat jalan Ki Seno Nugroho, kami akan sangat merindukanmu. Semoga ilmu dan karya-karyamu selalu memberikan inspirasi untuk semuanya.

Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Melalui Implementasi Pemasaran Digital, Inovasi Desain, Teknologi Tepat Guna Produksi Konveksi Kaos Di Bumdes Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten

0
Konveksi Kaos

Klaten, wartasurakarta.com – Wabah covid 19 tidak hanya menyebabkan berubahnya prilaku manusia dalam menjalankan aktvitas sehari-hari. Namun  juga roda perekonomian masyarakat, berbagai indsutri mengalami efek  buruk akibat adanya perubahan prilaku masyarakat yang membatasi diri dalam kegiatan. Adanya PSBB menyebabkan berbagai mall, restoran dan juga tempat wisata lain ditutup. Event dan kegiatan massal tidak dapat dilaksanakan seperti sediakala.

Kegiatan ini mengakibatkan industry tekstil mengalami dampak buruk, khususnya industry konveksi kaos yang tidak lagi banyak menerima order untuk kegiatan-kegiatan kampanye ataupun event lainnya.

Desa pandes yang dikenal dengan sebutan kampung kaos, dimana usaha kerajinan konveksi ini telah menjadi industri unggulan di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Namun sejak pademi COVID-19 melanda dunia akhir tahun 2019 yang lalu, industri konveksi di Kampung Kaos ini juga terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan konveksi di Kampung Kaos desa Pandes.

Menghadapi kondisi ini diperlukan upaya penenganan yang serius, mengingat banyaknya masyarakat di desa Pandes yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.  Tim peneliti UNS melakukan kegiatan penelitian guna memecahkan masalah tersebut.

Kegiatan awal tim peneliti ini adalah melakukan koordinasi awal dengan Pemerintah Desa Pandes, khususnya para pengurus BUMDes Karya Nyata dan perwakilan paguyuban pengusaha konveksi Kampung Kaos di Desa Pandes. Salah satu usaha BUMDES adalah produksi kaos dan yang kedua BUMDES punya lahan untuk arena budaya dan bermain anak-anak.

Program yang dijalankan oleh peneliti adalah  memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pengusaha UMKM kaos di desa pandes dengan kegiatan  antara lain :

  1. Pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan usaha paguyuban konveksi Kampung Kaos di Desa Pandes.
  2. Pelatihan dan pendampingan manajemen bisnis paguyuban konveksi Kampung Kaos di Desa Pandes.
  3. Pelatihan dan implementasi pemasaran digital menggunakan tehnologi informasi dan internet oleh tim.
  4. Pendampingan untuk pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan tehnologi computer
  5. Pelatihan dan pendapingan penggunaan tehnologi tepat guna untuk produksi
  6. Implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan tehnologi tepat guna oleh tim.
  7. Pembuatan arena bermain untuk anak-anak

Hasil penerapan tehnologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.

Dari sisi admisistratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Dengan peningkatan keterampilan ini diharapkan para pelaku usaha yang tergabung dalam BUMDes Karya Nyata ini dapat melalui kondisi krisis ini dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.

Diperlukan kegiatan lanjutan untuk mengkawal peningkatan hasil usaha konveksi kaos di desa pandes sehingga perekonomian di sector UMKM dapat tumbuh kembali.

Penulis : Dr. Edi Kurniadi, M.Pd., Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Zaenah, S.E., M.A., Dr. Ign. Novie Endi Nugroho, S.E., M.Si.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Bisnis dan Perpajakan Indonesia

0
Seluruh Tamu Undangan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Solo, wartasurakarta.com – Pembina Yayasan Insan Mandiri Tanmawy yang sekaligus Anggota DPR RI Komisi VII, H. Rofik Hananto, SE bersama perwakilan World Assembly of Muslim Youth (WAMY)  untuk Indonesia, Ustadz Ahmad Muti, Lc, MA, pada hari Minggu, 04 April 2021, melakukan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Bisnis dan Perpajakan Indonesia yang berlokasi di Jalan Veteran, Kartasura. Dalam acara peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Dipl.-Ing. H. Quatly Abdulkadir Alkatiri, salah satu komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia, Prof. R. Widyo Pramono, Perwakilan Kanwil Jateng II Direktorat Jenderal Pajak, Camat, Polsek dan Danramil Kartasura.

Ketua panitia peletakan batu pertama, Dr. Sakidi, SE, Ak, MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kampus ini dimaksudkan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda baru yang memiliki kompetensi teknis serta moralitas yang mumpuni. Dalam bahasa lain beliau menyampaikan bahwa kampus ini nantinya akan mencetak pengusaha-pengusaha baru yang memiliki kesadaran tentang arti pentingnya pajak bagi pembangunan suatu negara. Hal ini bukanlah impian kosong belaka, karena adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, diantaranya para praktisi pengusaha yang telah berhasil yang nantinya menjadi tempat magang atau praktek kerja lapangan bagi para mahasiswa, serta akademisi dengan latar belakang yang sesuai dengan program study yang hendak dibuka nantinya, yaitu para alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) dan alumni perguruan tinggi ternama lainnya.

Sementara itu, perwakilan dari WAMY, Ustadz Ahmad Muti, Lc, MA, menyampaikan bahwa WAMY merupakan lembaga internasional pertama yang menghimpun dana serta memiliki perhatian khusus pada pembangunan generasi muda. WAMY telah terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga internasional non pemerintah (International Non Government Organisation / INGO) yang independen serta mendukung kerja organisasi-organisasi Islam dan Kepemudaan dalam mengembangkan organisasi dan mengayomi masyarakat. Pada tanggal 08 Juni 2010, WAMY Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kedua kalinya dengan Kementerian Agama dalam bidang Pengembangan Agama di Indonesia, sebagai kelanjutan atas MoU yang pertama ditandatangani pada tanggal 03 April 2003. Adapun visi WAMY adalah “Organisasi Terdepan untuk Pemuda Pilihan”, dengan misi melahirkan generasi baru yang lebih baik pada aspek mental dan moral, didukung dengan penguasaan keilmnuan (sains dan teknologi) yang handal sehingga dapat bersaing dalam kancah kompetisi global yang semakin kompleks. Dan hal ini harapannya dapat terwujud dengan berdirinya Sekolah Tinggi Bisnis dan Perpajakan Indonesia.

(Suparjito)

Sekar macapat Dandanggula

0
tembang macapat dandanggula

WARTASURAKARTA.com – Sekar macapat Dandanggula. Dandang berarti permohonan yang sungguh-sungguh, dan gula berarti manis.

Sekar Dandanggula menggambarkan manusia yang telah berkeluarga yang selalu punya angan-angan / permohonan yang baik dan menyenangkan.

Watak tembang dandanggula adalah fleksibel, dapat digunakan untuk hal apapun, luwes, merasuk hati, gembira dan indah.

Sekar dandang gula memiliki aturan tembang sebagai berikut:

Terdiri atas 10 baris:

Baris pertama, terdiri atas 10 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara i.

Baris kedua, terdiri atas 10 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Baris ketiga, terdiri atas 8 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara e.

Baris keempat, terdiri atas 7 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara u.

Baris kelima, terdiri atas 9 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara i.

Baris keenam, terdiri atas 7 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Baris ketujuh, terdiri atas 6 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara u.

Baris kedelapan, terdiri atas 8 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Baris kesembilan, terdiri atas 12 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara i.

Baris kesepuluh, terdiri atas 7 suku kata (guru wilangan) dengan guru lagu jatuh pada suara a.

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19

0
Sedang Membatik
Sumber gambar: ekonomi.bisnis.com

Pandemi covid-19 tidak memupus semangat Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Dharma yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pandemi covid 19 menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk bangkit.

Beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara kolaboratif oleh Universitas Sebelas Maret, Universitas PGRI Yogakarta, Universitas Gajayana Malang. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diharapkan dapat membantu masyarakat dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mandiri dan berdaya ditengah pandemic covid-19. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dikompilasi dalam buku yang berjudul “Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Tim Pengabdi berharap dengan diterbitkannya buku tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat, UKM, khalayak luas untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas di masa pandemic covid-19.

Kegiatan pengabdian yang disajikan dalam buku tersebut terdiri dari pemberdayaan UKM Batik Bantul, UKM Bordir di Kudus, UKM Makanan ringan Trenggalek dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Boyolali.

Pemberdayaan UKM Batik di Bantul merupakan kerja sama tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Pemberdayaan UKM Batik di Bantul mengedepankan kearifan local berupa warna alam sebagai pewarna batik. Pemanfaatan dedaunan, bunga, biji, batang pohon dan lain-lain diolah menjadi warna alam yang ramah lingkungan. Inovasi yang dilakukan oleh tim pengabdi dengan mengembangkan warna alam tersebut dicampur bubuk tulang sapi sehingga hasilnya lebih optimal.

Pemberdayaan UKM Batik Bordir di Kudus merupakan kerja sama tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret dan pemerintah daerah. Pembedayaan yang dilakukan focus pada pengembangan inovasi batik bordir dan pemanfaatan limbah Afal untuk membuat handicraft yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pemberdayaan UKM makanan ringan merupakan kerjasama antara Universitas Gajayana Malang dengan pemerintah Kabupaten trenggalek. Pemberdyaam ini fokus pada analisis Business Model Canvas. Anaisis yang dilakukan meliputi customer segments, value propositions, channels, Customer relationship, revenue stream, key resources, key activities, key partnership, cost structure. Berdasarkan analisis tersebut dirumuskan strategi bisnis yang tepat untuk UKM maupun pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengembangkan UKM.

Pemberdayaan yang keempat yang disajikan adalah pemberdayaan masyarakat Kabupaten Boyolali melalui komunitas “Rumahku”. Komunitas rumahku dibangun dengan tujuan sebagai wahana belajar dan berbagi. Pemberdayaan dengan mengembangkan keterampilan dan kompetensi anggota masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah yang inklusif. Harapannya komuniatas tersebut tangguh dalam menghadapi permasalahan ekonomi dan tantangan social yang terus berubah.

Penulis: Prof. DR. Rahmawati, M.Si.,Ak

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Organik Berbasis Green Entrepreneurship

0
sampah organik

Wartasurakarta.com – Penanganan sampah anorganik relatif lebih rumit daripada sampah organik, karena sampah anorganik tidak dapat terurai secara alami. Sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga bermacam-macam, seperti sampah plastik bekas kemasan suatu produk keperluan rumah tangga, botol, sedotan minuman, kaleng, dan lain sebagainya. Meminimalkan sampah ini dapat dilakukan dengan cara 3R, yaitu reuse (pakai ulang), reduce (mengurangi timbulnya sampah), dan recycle (mendaur ulang menjadi barang yang berguna).

Dewasa ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan mulai tumbuh. Pemerintah sendiri sudah mencanangkan program “Gerakan Indonesia Peduli Sampah Menuju Masyarakat Berbudaya Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) Untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah deklarasi menuju Indonesia bersih 2020. Salah satu contoh penerapan program 3R tersebut adalah dengan mengolah sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Namun, pada kenyataannya memang belum banyak yang bisa mengolah sampah anorganik tersebut menjadi barang yang bernilai, karena pengelolaan sampah tidak semudah yang dibayangkan dan membutuhkan tenaga, sarana serta biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, peran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang efektif dan efisien menjadi semakin diperlukan.

Terdapat beberapa kelompok pengusaha kecil di Kota Surakarta yang memiliki potensi untuk menerapkan program 3R melalui pengolahan sampah anorganik menjadi barang yang bernilai ekonomi, seperti celengan, pigura, tempat pensil, tas dan dompet. Kelompok-kelompok tersebut tergabung dalam sebuah jaringan usaha yang bernama Jaringan Perempuan Usaha Kecil Ngudi Lestari (Jarpuk Ngudi Lestari) Kota Surakarta dan KPUK Sejahtera. Jarpuk Ngudi Lestari dan PUK Joyosuran ini beranggotakan para perempuan pengusaha kecil di Surakarta.

Jarpuk Ngudi Lestari dan PUK Joyosuran memiliki potensi untuk mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi karena anggota Jarpuk Ngudi Lestari dan KPUK Sejahtera terdiri dari perempuan pengusaha kecil yang memiliki motivasi untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, basic keahlian pembuatan produk dari sampah anorganik ini mayoritas dimiliki oleh perempuan, seperti menghias dan menjahit.

Konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat akan semakin meningkatkan nilai tambah, ketika masyarakat mempunyai mindset greenpreneurship, yaitu jiwa kewirausahaan berorientasi lingkungan. Program ini diharapkan akan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap lingkungan dengan cara yang bertanggungjawab sekaligus memberdayakan potensi untuk dikembangkan. Penulis menggunakan beberapa metode yang akan digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan terkait produk-produk yang dihasilkan dari sampah organik. Pendekatan yang dilakukan adalah partisipatif.

Tidak hanya itu saja tetapi juga melanjutkan inovasi pemanfaatan kain perca menjadi kalung bunga mawar dan olah limbah organik menjadi pupuk kompos. Bantuan alat tong dan perlengkapannya untuk membuat pupuk kompos. Hasil panen dijual dan digunakan penduduk sekitar untuk menanam sayur mayur.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh peneliti meliputi :

a) Melakukan Training Need Analysis bagi pengrajin limbah rumah tangga.

b) Mengembangkan model dan modul pelatihan limbah kain perca menjadi tas dan diversifikasinya 

c) Penerapan  Alat packing

d) Pelatihan akuntansi, perpajakan koperasi, manajemen pemasaran on line, dan kewirausahaan.

e) Nara sumber ke berbagai universitas dalam rangka workshop pengabdian kepada masyarakat,

f) Studi banding olah limbah organik dan unorganik ke Sukunan DIY,

g) Nara sumber ke perkumpulan ibu-ibu Darma wanita FT UNY,

h) Pelatihan olah kain perca menjadi bunga,

i) Studi banding ke UKM olah limbah Kartasura,

j) Pameran dalam rangka dies natalis UNS tahun 2018.

Kegiatan lainnya meliputi: 

a) Mengembangkan potensi dan membangun daerah melalui sektor ekonomi rakyat yang produktif.

b) Melakukan proses transformasi pembinaan sector ekonomi rakyat secara professional. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berikut insaninya yang kritis dinamis dan konstruktif.  

c) Mengembangkan budaya belajar, bekerja dan berusaha berwawasan berwirausahaaan bagi warga masyarakat.

d) Mengembangkan Program pendidikan dan kecakapan hidup dalam upaya mengembangkan sektor usaha kecil, usaha mikro maupun sector informal.

f) Menyelenggarakan Pelatihan dengan teknologi baru bagi pengrajin limbah rumah tangga.           

Sebagai tindak lanjut dari produk yang dihasilkan melalui penelitian ini yang berupa model pelatihan dan modul pelatihan, sebagai langkah kedepan diperlukan validasi atas model pelatihan dan modul pelatihan melalui uji judges (para ahli bidang terkait) dan lapangan terbatas (beberapa calon pengguna).

Uji model pelatihan akan mengujji apakah format pelatihan yang dirancang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan transfer pengetahuan serta skills ke dalam dunia pekerjaan pengrajin. Uji kelayakan atas modul pelatihan akan menguji apakah modul pelatihan sesuai  dengan kebutuhan peserta pelatihan, sesuai dengan daya tangkap peserta dan memungkinkan peserta ikut aktif.

Berikutnya adalah melakukan evaluasi dan revisi atas model pelatihan dan modul pelatihan yang telah menjalani uji kelayakan oleh para ahli bidang terkait dan calon pengguna. Menerapkan model dan modul pelatihan yang telah dievaluasi dan direvisi kedalam bentuk pelatihan kewirausahaan dengan harapan akan terjadi peningkatan bidang afektif yaitu mulai berkembangnya jiwa kewirausahaan, peningkatan bidang psikomotorik berupa dirnilikinya keterampilan limbah rumah tangga dan peningkatan bidang kognitif yaitu meningkatnya pengetahuan manajemen usaha.

Melakukan riset evaluasi sejauh mana pelatihan kewirausahaan berbasis green akan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi sehingga kinerja usaha pengrajin meningkat. Menyampaikan feed-back dan out-come pelatihan kepada stakeholder sebagai langkah awal diseminasi model pelatihan kedalam ruang lingkup yang lebih luas.

Masih diperlukan pelatihan dan pendampingan dengan UKM yang lebih banyak sehingga tujuan Solo menjadi edu wisata akan tercapai. Pelatihan dan pendampingan olah limbah organik dan unorganik dengan inovasi masih sangat diperlukan (agar terus berinovasi).

Penulis: PROF. DR. RAHMAWATI, M.Si.,Ak , Dr. SRI WAHYU AGUSTININGSIH, INDRIAN SUPHENI, SE., M.Aks., CSRS.

Proyek Food Estate untuk Ketahanan Pangan Kedelai

0

Solo, wartasurakarta.com – Ekonom Universitas Surakarta, Dr. R. Agus Trihatmoko menilai Indonesia mestinya mampu memproduksi kedelai untuk mencukupi kebutuhan nasional, setidaknya hal itu telah dicapai pada tahun 1990 an. Produksi kedelai nasional pernah mencapai 1,7 juta ton pada tahun 1993, namun terus menurun selama dua dekade terakhir ini. Sejak tahun 2001 hingga 2015 punurunan semakin terpuruk, hingga produksi secara fluktuatif pada kisaran 700.000-900.000 ton per tahunnya.

Data dari BPS tersebut menunjukkan bahwa komoditas kedelai terabaikan selama pemerintahan ‘di era reformasi’, hingga pada waktu sekarang ini.  Kebutuhan kedelai 10 (sepuluh) tahun terakhir (BPS, 2010-2019), untuk konsumsi nasional sangat tergantung dari pasokan impor.

Total impor terus melaju meningkat hingga mencapai di atas 50% yaitu tahun 2010 sebanyak 1.740 juta ton dan pada tahun 2019 mencapai 2.670 juta ton per tahun. Rerata volume impor di atas 90% berasal dari Amerika Serikat, dan sisanya dari negara lainnya yaitu Argentina, Malaysia, Kanada, dan lain-lain.  

Menurut Agus, kekurangan pasokan kedelai hari ini sebenarnya dapat diantisipasi dari jauh waktu yaitu dengan perkuatan produksi di dalam negeri. Ketika Amerika mengalami kekeringan pada tahun 2012, kedelai dan industri tahu & tempe di Indonesia menjadi isu perekonomian nasional. Sekarang hal serupa terjadi kembali, karena pasokan kedelai dari Amerika di borong oleh China, dan beberapa negara pemasok lainnya membatasi ekspor mereka.   

Memang pemerintah bersama para importir telah mengambil langkah/upaya dengan menambah volume impor, tetapi itu hanya solusi sesaat. Pemerintah akan segera melakukan operasi pasar dari impor kedelai tersebut agar harga terjangkau di pasaran. Namun demikian, pola operasi pasar tersebut bukan pendekatan ekonomi yang produktif.   

Kepentingan ekonomi jangka panjang atas kedelai saatnya diutamakan, artinya bukan hanya masalah harga dan defisit pasokan saja, tetapi Indonesia seharusnya mampu surplus kedelai. Pemerintah sedang membangun poyek food estate mulai tahun 2021 ini diharapkan untuk tanaman kedelai juga dijadikan prioritas dalam proyek besar tersebut.

Selain dari itu, dana stimulan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) perlu diprioritaskan bagi para petani untuk mendorong produksi kedelai secara masif. Pernah saya rekomendasikan, “Masa depan petani dihadapkan pada proyek food estate (Investor Daily, 20 Agustus 2020)”.

Artinya, dana APBN 2021 dan tahun-tahun selanjutnya untuk stimulan bagi para petani kedelai perlu mendapatkan prioritas, selain para petani tanaman pangan lainnya. Sehingga, paskapanen nantinya harga dari petani kompetitif dibanding dengan harga dari produksinya food estate atau pun impor.   

Dua pendekatan melalui proyek food estate dan pemberdayaan kembali para petani merupakan pilihan strategis untuk keberhasilan ketahanan pangan kedelai. Tantangannya adalah pada kemampuan manajerial jajaran pemerintahan dari tingkat pusat sampai daerah dalam tata-kelola dan produksi kedelai; Serta, kehendak politik yaitu antara kehendak mandiri kedelai atau berpihak kepada perdagangan semata melalui ‘para importir’.  

Komoditas kedelai menyangkut kepentingan masyarakat luas. Mulai dari para pengrajin makanan tempe dan tahu, serta industri makanan dan minuman (food and baverage) lainnya, hingga para konsumennya. Limbah olahan kedelai juga banyak manfaatnya (beneficial) bagi para peternak yaitu merupakan bahan pokok pakan ternak. 

Lebih lanjut, jika Indonesia mandiri memproduksi kedelai, maka memiliki peluang untuk menghemat devisa hingga mencapai  Rp 15 triliun. Bahkan, ke depan ‘jika sudah surplus’ produksi kedelai nasional dapat mendulang devisa. 

Ketahanan pangan kedelai diharapkan dapat diwujudkan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mulai memprioritaskan sektor agro sebagai bagian kekuatan ekonomi nasional.  Hal penting yang diperlukan adalah keseriusan dan konsistensi oleh kementerian pertaninan dan dukungan penuh kementerian terkait lainnya di bidang ekonomi dalam mengimplementasikan kebijakan Presiden tersebut.

Tentu, perlu disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah-daerah yang memiliki potensi lahan dan para petaninya. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, misalnya percepatan perizinan lahan food estate.

Pelabuhan Patimban Memiliki Arti Penting dan Strategis bagi Perekonomian Indonesia

0
pelabuhan patimban
Dr. R. Agus Trihatmoko (Ekonom Universitas Surakarta)

SOLO, wartasurakarta.com – Peresmian oleh Presiden Joko Widodo atas selesainya pembangunan pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat tahap I dan sudah diluncurkan operasionalnya sangat kita apresiasi dan syukuri. Ini proyek besar yang tepat sasaran bagi pergerakan atau akselerasi perekonomian nasional, dan bahkan internasional. Pelabuhan dan infrastrukturnya bagi perekonomian sangat penting dan strategis, mengingat Indonesia sebagai negara maritim. Integrasi dan keberadaan pelabuhan pada masa perdagangan modern sebenarnya telah diletakkan pondasinya yaitu sejak masuknya kolonialisme di seluruh wilayah ‘Nusantara’.  

Secara geografis pelabuhan Patimban akan menjadi penyangga beban ekonomi transportasi laut di antara Jabodetabek dan Jawa Barat sendiri yang selama ini tersentral ke Tanjung Priok dan Jawa Tengah yang tersentral di Tanjung Emas. “Selama ini di dua pelabuhan tersebut sering terjadi overloading dan overtime untuk transportasi menuju Indonesia Timur, dan bahkan juga ketika ke wilayah Sumatra”, sehingga inefisien bagi para pelaku bisnis.

Pelabuhan Patimban tersebut secara geoekonomi akan mengkoneksitaskan dengan potensi ekonomi dari luar pulau Jawa ke Jawa Barat dan Jateng. Demikian juga untuk kepentingan jalur ekspor-impor, pelabuhan Patimban tentu akan sangat berperan penting bagi sirkulasi perdagangan. Sehingga potensi sumber-sumber ekonomi memiliki peluang strategis melalui keberadaan/jalur pelabuhan ini.

Bagi perokonomian Jawa Barat ‘khususnya’ diharapkan mampu dan berhasil membangun industri dan kewirausahaan untuk berbagai sektor. Industri-industri berat sudah mapan di sana, mulai dari Bekasi, Karawang, dan Cikampek, hingga Bandung, dan lain sebagainya. “Pertumbuhan investasi pada sektoral industri seperti itu memang akan meningkat di Jawa Barat, tetapi itu sifatnya jangka panjang”.

Sasaran investasi dalam jangka pendek yaitu sektor pertanian, sebagai pondasi awal atau prioritas untuk mengdongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Sektor pertanian kemudian diintegrasinya dan disinergikan dengan peternakan, perkebunan, serta kelautan sendiri. Misalnya, daerah terdekat yaitu Karawang, Subang dan Indramayu merupakan sentra pertanian, dan bahkan sudah diprioritaskan oleh pemerintah menjadi lumbung pangan nasional.

Dampak positif lainnya dari perkuatan sektoral terkait pertanian pada sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya produk bioenergy yaitu wood pellet. Produk ini ke dapan menjadi harapan kebutuhan energi alternatif nasional, “termasuk sekarang pasar internasional sudah tumbuh, namun pasokannya masih kekurangan”.   

Peran Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dan Kementrian Koperasi UMKM harus proaktif, dan berkelanjutan pada sektoral prioritas tersebut sebagai kata kunci keberhasilan industrialisasi dan pemberdayaan UMKM di Jawa Barat. Inisiatifnya tentu harus seiring dengan program Pemerintah Daerah, dan sinergi dengan kementrian lainnya.

Berikutnya, pemberdayaan sektoral industri apa pun harus mulai berorientasi pada produk ekspor, selain untuk kebutuhan dalam negeri.  Ini sebagai antisipasi secara serius ke depan agar pelabuhan Patimban justru “tidak menjadi jalur banjirnya” barang-jadi dari negara lain.     

Dampak lain yang juga harus ditindaklanjuti adalah bagi pelabuhan Tanjung Priuk dan Tanjung Emas. Kemungkinan akan terjadi penurunan kapasitas loading dan unloading. Sehingga, perlu diantisasi sejak dini “jika” melampaui dibawah ambang kapasitas normal masing-masing pelabuhan Termasuk, juga dampak-dampak ekonomi di lingkunan sekitar pelabuhan tersebut. Jadi, pemerintah pusat harus turut mengatur pemetaan (mapping design) industri dan kewirausahaan agar masing-masing pelabuhan memiliki peran strategis dan efektif kelogistikkan dan perekonomian lainnya. Kahadiran pelabuhan Patimban nantinya perlu dikaji untuk dijadikan role model  koneksitas geoekoomi nasional, dan internasional. Hal itu perlu dijadikan inisiatif pemerintahan pusat bersama pemerintahan daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi menjadi sentra pelabuhan besar. Bahkan, pelabuhan-pelabuhan kecil peninggalan masa kolonial dapat dibangun/dihidupkan kembali.  Sehingga, transportasi perdagangan di Indonesia melalui jalur laut akan semakin pesat, dan ke dapan dapat mengurai masalah kepadatan jalur melalui darat.

Penulis: Dr. R. Agus Trihatmoko (Ekonom Universitas Surakarta)

Ekonom Universitas Surakarta Agus Trihatmoko Menilai Draf RPP Perizinan Usaha di Daerah Perlu di Tinjau Kembali

0
Agus Trihatmoko (Ekonom Universitas Surakarta)
Dr. R. Agus Trihatmoko (Ekonom Universitas Surakarta)

Solo, wartasurakarta.com – Agus Trihatmoko, Ekonom Universitas Surakarta menilai bahwa Perizinan usaha dalam rencana pelaksanaan UU Cipta Kerja belum lah sesuai harapan masyarakat dan arah kebijakan pemerintah sendiri yaitu menciptakan kemudahan iklim investasi bagi pelaku usaha di Indonesia. Faktor perizinanan usaha akan menjadi hambatan yang siginifkan bagi pelaku usaha, khususnya investor baru, untuk UMKM maupun usaha besar. Menyimak Draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perizinan Usaha di Daerah masih menampilkan sistem birokrasi yang rumit untuk diimplementasikan di lapangan pada saat perizinan usaha diterapkan nantinya.

Menurut Agus, Terminologi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Online Single Submission (OSS) memang sangat baik dan menjanjikan. Namun demikian dalam pratik birokrasi nantinya proses perizinan ini justru berpotensi belum dapat memperlancar terbitnya Nomer Induk Berusaha (NIB) yang diurus oleh pelaku usaha.

Pelaku UMKM akan tetap mengalami kesulitan dalam hal perizinan karena berbiaya mahal dan rumit, sementara itu RPP Perizinan Usaha masih mewajibkan SLF menjadi syarat untuk memperoleh NIB. Misalnya, banyak pelaku usaha sewa tempat operasi usaha di Gedung atau Ruko yang belum memiliki SLF. Demikian juga bagi usaha rumahan (home industry),  misalnya, kerajinan, produksi-kecil, perdagangan dan jasa, atau lainnya, apakah perlu SLF?.

Agus juga menyoroti tentang proses Sertifikasi Usaha, dalam RPP tersebut belum menjelaskan bagaimana, seperti apa dan berapa lama prosesnya, serta bagi klaster usaha yang seperti apa. Konsennya dalam hal itu adalah akan berpontensi menambah beban biaya perizinan dan waktu pengurusan izin usaha.  

Ada pasal yang mengatur Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) diwajibkan untuk disusun oleh Pemerintah Daerah dengan sistem digital, ini butuh waktu proses desain diditalisasinya, serta berkait dengan cara kerja perizinan. Khususnya bagi pelaku usaha rumahan atau UMKM, mereka kemungkinan akan terbentur dalam hal tata-ruang kewilayahan usaha, dan ruang kerja mereka, karena operasi usaha berada di rumah, termasuk UMKM pada umumnya di lokasi tertentu.

Bagi kelompok usaha investasi besar mungkin akan semakin terkendala oleh kerumitan perizinan usaha mereka. Mencermati draf RPP tesebut, dapat dikatakan perusahaan baru harus menyediakan infrastruktur gedung dan perkantoran secara lengkap, yang kemudian perizinan dapat diurus. Sementara ini suatu investasi memerlukan kepastian legalitas untuk dapat beroperasi secara ontime.              

Garis tebal muara proses untuk memperoleh NIB adalah pada OSS. Di sisi lain beberapa masalah tersebut akan terbentur oleh OSS sendiri yang dalam hal bekerjanya sistem informasi teknologi tentu tidak fleksibel.

RPP Perizinan Usaha di Daerah masih ada kesempatan untuk digodog ulang, dan sebaiknya dilakukan riset lapangan. Kritikal poin dari sana dapat dijadikan masukan yang lebih baik dari pada hanya berdebat dengan pasal-pasal. Klasterisasi usaha perlu dilihat dari sudut pandang jenis operasionalisasi usaha dan ukuran usahanya, bukan tingkat resikonya.  Industri di bidang manufaktur, olahan, perdagangan, jasa, atau lainnya per sektoral ekonomi dan nilai investasinya perlu diklasterisasi. Sehingga diperoleh prasyarat spesifik yang mutlak harus diurus oleh pelaku usaha sesuai klaster masing-masing, dan itu nanti dapat/ perlu disetting dalam OSS. 

OSS dapat berkerja fleksibel, namun unsur-unsur penting yang terkait dengan prinsip kelayakan usaha tidak diabaikan. OSS bekerja merujuk pada klasterisasi kelompok usaha dan perudangannya, sehingga masing-masing klaster memiliki perbedaan syarat minimum untuk terbitnya NIB. Awal dari RUU Cipta kerja esensi niatnya sangat baik dan perlu didukung oleh semua pihak bagi pembangunan perekonomian nasional. Tetapi, apakah pelaksanaannya berjalan sesuai harapan, maka salah satunya yaitu Draf RPP Perizinan Usaha di Daerah perlu ditinjau kembali.

“Griyane Mbah Wongso” Lengkapnya Destinasi Wisata Baru

0
Griyane Mbah Wongso

Wartasurakarta.com – Di Kabupaten Sukoharjo sebentar lagi akan hadir destinasi wisata baru yang cocok untuk segala
aktivitas baik dalam skala liburan keluarga, tempat ngumpul komunitas, wahana hiburan sampai dengan acara resmi seperti hajatan pernikahan / rapat / seminar.

Destinasi baru itu bernama Griyane Mbah Wongso. Lokasinya berada diperbatasan antara Kabupaten Sukoharjo dengan Karang Anyar tepatnya di Jalan Raya Sapen – Bekonang, Desa Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah 57554. Diatas tanah seluas 4000 meter lebih inilah telah selesai dibangun resto, cafe, wahana water boom, kolam renang, garden room, quest House, musholla yang dapat menampung 50 jamaah dan panggung musik permanen lengkap dengan sound systemnya.

Griyane Mbah Wongso memang sengaja di desain untuk semua kalangan didalam beraktivitas baik dalam rangka liburan, kuliner, bermain maupun untuk acara resmi sekalipun.

Di venue garden room misalnya, anda bisa melakukan selfie dan makan ala western ataupun chinesse food. Nuansa ruangan memang disetting sedemikian rupa untuk melengkapi aktivitas makan minum anda dengan pilihan western food, chinesse food maupun nusantara food / masakan jawa. Ada pula pilihan ruangan teras kolonial, teras jawa maupun teras gaya Madura.

Griyane Mbah Wongso tetap menyediakan area parkir kendaraan yang cukup. Komunitas yang disatukan dalam hobi yang sama seperti otomotif, gowes bahkan para kolektor barang antikpun bisa berpameran disana.

Disamping resto adapula café yang memang sengaja menyajikan menu menu angkringan dengan harga terjangkau. Ini tentu menjadi pilihan tempat yang cocok untuk kongkow sembari minum kopi bareng.

Untuk wahana liburan keluarga telah disediakan water boom dan kolam renang yang cocok bagi family activity. Nah jika anda ingin melakukan rapat, seminar ataupun hajatan pernikahan maka tersedia ruangan joglo / pendapi yang dapat memuat 300 orang, ada Musholla yang bisa digunakan untuk tempat akad nikah (memuat 50 orang), ada quest house dan ruang transit untuk make up ataupun ganti baju.

Griyane Mbah Wongso dilengkapi pula dengan panggung permanen untuk kegiatan berkesenian, untuk hiburan musik misalnya akan tiap hari diadakan organ tunggal atau akustik band. Pada awal resmi operasionalnya memang baru ditampilkan 1 kali dalam sebulan dengan format band penuh. DELASO adalah nama band pengiring. Band pengiring dendang lagu lawas yang hanya ada di Griyane Mbah Wongso dan siap menampilkan Format Musik dan Lagu (Formula) lintas era, lintas genre dari mulai era 60 an sampai 90an. Acara bulanan ini juga dikonsep dengan mengkombinasikan sesi open mic (terbuka untuk pengunjung yang hobi bernyanyi) , sesi perform band, sesi tribute genre atau legend tertentu maupun sesi lagu lagu untuk line dancing baik latina, zumba, cha cha maupun samba.

Pada tanggal 24 Nopember telah diselenggarakan soft opening yang akan berlangsung selama seminggu dengan membagikan voucher makan. Rencananya pada bulan Desember di bulan penghujung tahun 2020 ini akan dilakukan grand opening. Griyane Mbah Wongso memang dimaksudkan sebagai destinasi yang cocok bagi semua aktivitas baik keluarga maupun komunitas.

Bila anda mau liburan ke Tawang Mangu ataupun Kemuning , Griyane Mbah Wongso paling cocok untuk transit ataupun dinner sepulang anda dari wisata. Dalam dinner ataupun makan siangpun anda justru sedang menikmati wisata tambahan yang cuma cuma di waktu transit, demikian penjelasan Heri Siswanto, Manajer Cafe & Resto GWM (Griyane Mbah Wongso) mengakhiri pembicaraan kami.
(PH. Kontributor).

Kurs

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.534,25
EUR
17.497,55
JPY
134,71
GBP
20.168,11