Pengabdian Kepada Masyarakat pada UKM Batik Print Malam dengan Pewarna Alami

0
73
UKM Batik Print malam

Solo, wartasurakarta.com – Industri batik merupakan industri yang sudah lama berkembang di wilayah Surakarta. Industri ini mengalami pasang surut seperti industri lainnya.  Pada masa wabah covid 19 ini industri batik mengalami efek  buruk hingga terjadi penurunan lebih dari 70% bahkan sebagian gulung tikar.  Perubahan perilaku masyarakat yang membatasi diri dalam kegiatan. Adanya PSBB menyebabkan berbagai mall, restoran dan juga tempat wisata lain ditutup. Event dan kegiatan massal tidak dapat dilaksanakan seperti sediakala. Salah satu wilayah industri batik yang sangat terpukul adalah di wilayah Surakarta.

Kota Surakarta sejak lama menjadi pusat pertumbuhan industri batik. Mereka tersebar di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon dan Lawiyan. Namun sejak pademi COVID-19 melanda dunia akhir tahun 2019 yang lalu, industri batik dan pengrajinnya terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan batik.

Salah satu UKM yang mengalami kondisi penurunan penjualan yaitu Batik Santosa di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasarkliwon. UKM ini menghasilkan produk batik tulis asli dan print malam yang selama ini sudah laku dipasaran, serta berpeluang untuk bisa meningkatkan permintaannya dan menjadi produk unggulan daerah

Menghadapi kondisi ini diperlukan upaya penenganan yang serius, mengingat banyaknya masyarakat di kelurahan-kelurahan se wiayah Surakarta yang menggantungkan hidupnya dari industri batik ini.  Tim pengabdi UNS melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan guna memecahkan masalah tersebut.

Baca Juga:   Kanwil DJPb Jateng Bersinergi Pulihkan Ekonomi

Kegiatan ini disambut hangat oleh Pak Santosa dengan penuh semangat dan senang karena dirasakan ada manfaatnya. Manfaat utama yang dirasakan adalah memperoleh Teknik baru dan alat yang lebih baik serta harapan akses pasar yang lebih luas.

Program yang dijalankan oleh peneliti adalah  memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pembatik dari batik Santosa yaitu pak Santosa dan istrinya dengan kegiatan antara lain :

1. Pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan usaha

2. Pelatihan dan pendampingan manajemen bisnis

3. Pelatihan dan implementasi pemasaran digital menggunakan teknologi informasi dan internet oleh tim.

4. Pendampingan untuk pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan teknologi

5. Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna untuk produksi

6. Implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan teknologi tepat guna oleh tim.

7. Praktek produksi untuk hasil yang lebih berkualitas.

Hasil penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan pengrajin batik Santosa

Dari sisi admisistratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Peningkatan keterampilan ini diharapkan batik Santosa dapat melalui kondisi krisis dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.

Diperlukan kegiatan lanjutan untuk mengkawal peningkatan hasil usaha dikota Surakarta dengan harapan perekonomian UMKM dapat tumbuh kembali serta berkembang.

Baca Juga:   Urgensi Undang-undang Penilai

Penulis : Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dr. Edy Supriyono, SE., MSi., Akt., CA., Drs., Agus Budiatmanto, MSi., Akt., CA