Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19

0
53
Sedang Membatik
Sumber gambar: ekonomi.bisnis.com

Pandemi covid-19 tidak memupus semangat Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Dharma yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pandemi covid 19 menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk bangkit.

Beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara kolaboratif oleh Universitas Sebelas Maret, Universitas PGRI Yogakarta, Universitas Gajayana Malang. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diharapkan dapat membantu masyarakat dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mandiri dan berdaya ditengah pandemic covid-19. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dikompilasi dalam buku yang berjudul “Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Tim Pengabdi berharap dengan diterbitkannya buku tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat, UKM, khalayak luas untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas di masa pandemic covid-19.

Kegiatan pengabdian yang disajikan dalam buku tersebut terdiri dari pemberdayaan UKM Batik Bantul, UKM Bordir di Kudus, UKM Makanan ringan Trenggalek dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Boyolali.

Pemberdayaan UKM Batik di Bantul merupakan kerja sama tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Pemberdayaan UKM Batik di Bantul mengedepankan kearifan local berupa warna alam sebagai pewarna batik. Pemanfaatan dedaunan, bunga, biji, batang pohon dan lain-lain diolah menjadi warna alam yang ramah lingkungan. Inovasi yang dilakukan oleh tim pengabdi dengan mengembangkan warna alam tersebut dicampur bubuk tulang sapi sehingga hasilnya lebih optimal.

Baca Juga:   Urgensi Undang-undang Penilai

Pemberdayaan UKM Batik Bordir di Kudus merupakan kerja sama tim pengabdi dari Universitas Sebelas Maret dan pemerintah daerah. Pembedayaan yang dilakukan focus pada pengembangan inovasi batik bordir dan pemanfaatan limbah Afal untuk membuat handicraft yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pemberdayaan UKM makanan ringan merupakan kerjasama antara Universitas Gajayana Malang dengan pemerintah Kabupaten trenggalek. Pemberdyaam ini fokus pada analisis Business Model Canvas. Anaisis yang dilakukan meliputi customer segments, value propositions, channels, Customer relationship, revenue stream, key resources, key activities, key partnership, cost structure. Berdasarkan analisis tersebut dirumuskan strategi bisnis yang tepat untuk UKM maupun pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengembangkan UKM.

Pemberdayaan yang keempat yang disajikan adalah pemberdayaan masyarakat Kabupaten Boyolali melalui komunitas “Rumahku”. Komunitas rumahku dibangun dengan tujuan sebagai wahana belajar dan berbagi. Pemberdayaan dengan mengembangkan keterampilan dan kompetensi anggota masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah yang inklusif. Harapannya komuniatas tersebut tangguh dalam menghadapi permasalahan ekonomi dan tantangan social yang terus berubah.

Penulis: Prof. DR. Rahmawati, M.Si.,Ak