Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Organik Berbasis Green Entrepreneurship

0
59
sampah organik

Wartasurakarta.com – Penanganan sampah anorganik relatif lebih rumit daripada sampah organik, karena sampah anorganik tidak dapat terurai secara alami. Sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga bermacam-macam, seperti sampah plastik bekas kemasan suatu produk keperluan rumah tangga, botol, sedotan minuman, kaleng, dan lain sebagainya. Meminimalkan sampah ini dapat dilakukan dengan cara 3R, yaitu reuse (pakai ulang), reduce (mengurangi timbulnya sampah), dan recycle (mendaur ulang menjadi barang yang berguna).

Dewasa ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan mulai tumbuh. Pemerintah sendiri sudah mencanangkan program “Gerakan Indonesia Peduli Sampah Menuju Masyarakat Berbudaya Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) Untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah deklarasi menuju Indonesia bersih 2020. Salah satu contoh penerapan program 3R tersebut adalah dengan mengolah sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Namun, pada kenyataannya memang belum banyak yang bisa mengolah sampah anorganik tersebut menjadi barang yang bernilai, karena pengelolaan sampah tidak semudah yang dibayangkan dan membutuhkan tenaga, sarana serta biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, peran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang efektif dan efisien menjadi semakin diperlukan.

Terdapat beberapa kelompok pengusaha kecil di Kota Surakarta yang memiliki potensi untuk menerapkan program 3R melalui pengolahan sampah anorganik menjadi barang yang bernilai ekonomi, seperti celengan, pigura, tempat pensil, tas dan dompet. Kelompok-kelompok tersebut tergabung dalam sebuah jaringan usaha yang bernama Jaringan Perempuan Usaha Kecil Ngudi Lestari (Jarpuk Ngudi Lestari) Kota Surakarta dan KPUK Sejahtera. Jarpuk Ngudi Lestari dan PUK Joyosuran ini beranggotakan para perempuan pengusaha kecil di Surakarta.

Baca Juga:   Pelabuhan Patimban Memiliki Arti Penting dan Strategis bagi Perekonomian Indonesia

Jarpuk Ngudi Lestari dan PUK Joyosuran memiliki potensi untuk mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi karena anggota Jarpuk Ngudi Lestari dan KPUK Sejahtera terdiri dari perempuan pengusaha kecil yang memiliki motivasi untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, basic keahlian pembuatan produk dari sampah anorganik ini mayoritas dimiliki oleh perempuan, seperti menghias dan menjahit.

Konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat akan semakin meningkatkan nilai tambah, ketika masyarakat mempunyai mindset greenpreneurship, yaitu jiwa kewirausahaan berorientasi lingkungan. Program ini diharapkan akan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap lingkungan dengan cara yang bertanggungjawab sekaligus memberdayakan potensi untuk dikembangkan. Penulis menggunakan beberapa metode yang akan digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan terkait produk-produk yang dihasilkan dari sampah organik. Pendekatan yang dilakukan adalah partisipatif.

Tidak hanya itu saja tetapi juga melanjutkan inovasi pemanfaatan kain perca menjadi kalung bunga mawar dan olah limbah organik menjadi pupuk kompos. Bantuan alat tong dan perlengkapannya untuk membuat pupuk kompos. Hasil panen dijual dan digunakan penduduk sekitar untuk menanam sayur mayur.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh peneliti meliputi :

a) Melakukan Training Need Analysis bagi pengrajin limbah rumah tangga.

b) Mengembangkan model dan modul pelatihan limbah kain perca menjadi tas dan diversifikasinya 

c) Penerapan  Alat packing

d) Pelatihan akuntansi, perpajakan koperasi, manajemen pemasaran on line, dan kewirausahaan.

e) Nara sumber ke berbagai universitas dalam rangka workshop pengabdian kepada masyarakat,

Baca Juga:   Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Upaya Membangkitkan Pada Masa Pandemi Covid-19

f) Studi banding olah limbah organik dan unorganik ke Sukunan DIY,

g) Nara sumber ke perkumpulan ibu-ibu Darma wanita FT UNY,

h) Pelatihan olah kain perca menjadi bunga,

i) Studi banding ke UKM olah limbah Kartasura,

j) Pameran dalam rangka dies natalis UNS tahun 2018.

Kegiatan lainnya meliputi: 

a) Mengembangkan potensi dan membangun daerah melalui sektor ekonomi rakyat yang produktif.

b) Melakukan proses transformasi pembinaan sector ekonomi rakyat secara professional. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berikut insaninya yang kritis dinamis dan konstruktif.  

c) Mengembangkan budaya belajar, bekerja dan berusaha berwawasan berwirausahaaan bagi warga masyarakat.

d) Mengembangkan Program pendidikan dan kecakapan hidup dalam upaya mengembangkan sektor usaha kecil, usaha mikro maupun sector informal.

f) Menyelenggarakan Pelatihan dengan teknologi baru bagi pengrajin limbah rumah tangga.           

Sebagai tindak lanjut dari produk yang dihasilkan melalui penelitian ini yang berupa model pelatihan dan modul pelatihan, sebagai langkah kedepan diperlukan validasi atas model pelatihan dan modul pelatihan melalui uji judges (para ahli bidang terkait) dan lapangan terbatas (beberapa calon pengguna).

Uji model pelatihan akan mengujji apakah format pelatihan yang dirancang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan transfer pengetahuan serta skills ke dalam dunia pekerjaan pengrajin. Uji kelayakan atas modul pelatihan akan menguji apakah modul pelatihan sesuai  dengan kebutuhan peserta pelatihan, sesuai dengan daya tangkap peserta dan memungkinkan peserta ikut aktif.

Baca Juga:   BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) Turun Menjadi 3,75%

Berikutnya adalah melakukan evaluasi dan revisi atas model pelatihan dan modul pelatihan yang telah menjalani uji kelayakan oleh para ahli bidang terkait dan calon pengguna. Menerapkan model dan modul pelatihan yang telah dievaluasi dan direvisi kedalam bentuk pelatihan kewirausahaan dengan harapan akan terjadi peningkatan bidang afektif yaitu mulai berkembangnya jiwa kewirausahaan, peningkatan bidang psikomotorik berupa dirnilikinya keterampilan limbah rumah tangga dan peningkatan bidang kognitif yaitu meningkatnya pengetahuan manajemen usaha.

Melakukan riset evaluasi sejauh mana pelatihan kewirausahaan berbasis green akan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi sehingga kinerja usaha pengrajin meningkat. Menyampaikan feed-back dan out-come pelatihan kepada stakeholder sebagai langkah awal diseminasi model pelatihan kedalam ruang lingkup yang lebih luas.

Masih diperlukan pelatihan dan pendampingan dengan UKM yang lebih banyak sehingga tujuan Solo menjadi edu wisata akan tercapai. Pelatihan dan pendampingan olah limbah organik dan unorganik dengan inovasi masih sangat diperlukan (agar terus berinovasi).

Penulis: PROF. DR. RAHMAWATI, M.Si.,Ak , Dr. SRI WAHYU AGUSTININGSIH, INDRIAN SUPHENI, SE., M.Aks., CSRS.