BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) Turun Menjadi 3,75%

0
12
BI 7 Day Reverse Repo Rate
BI 7 Day Reverse Repo Rate

Wartasurakarta.com – Rapat Dewan Gubernur BI bulan November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75% (Kamis, 19/11/20). Sementara suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3% dan suku bunga Lending Facility sekarang di 4,5%. Beberapa pihak menyatakan keputusan tersebut merupakan kejutan dan di luar ekspektasi pelaku pasar.

            Forum Komunikasi Akademisi Penulis Kebijakan Bank Indonesia (Forkom Apik BI) mencoba merangkum pendapatan sebagian anggota terhadap kebijakan tersebut. “Untuk diketahui Forkom Apik BI anggotanya merupakan akademisi PTN/PTS dari seluruh Indonesia”, jelas Y. Sri Susilo (Dosen FBE UAJY) selaku koordinator forum tersebut.

            “Turunnya suku bunga acuan (BI-7DRRR) dapat meringankan beban fiskal pemerintah dan beban bunga yang ditanggung oleh BI dan hal tersebut merupakan ekses dari burden sharing”, tegas Haryo Kuncoro (Guru Besar FEB UNJ Jakarta). Menurut Haryo, faktor eksternal yang menjadi pendorong utama pemangkasan suku bunga tersebut. Faktor eksternal tersebut adalah menguatnya nilai tukas dolar AS, IHSG berada di zona hijau dan portofolio investasi asing sudah mulai mengalir masuk ke dalam negeri.

            “Penurunan suku bunga acuan (BI-7DRRR) merupakan usaha BI untuk menyebar “virus” optimis kepada masyarakat luas bahwa pemulihan ekonomi dapat berlangsung dengan lebih cepat”, uangkap Agus Hertha Sumarto (Dosen UMB Jakarta/Peneliti INDEF). Menurut Agus, BI bersama pemerintah harus menyusun program bersama yang lebih fokus sehingga alokasi anggaran melalui program pemulihan ekonomi bisa menjadi lebih efektif. Kondisi dapat membantu mempercepat pemulihan bagi UMKM.

Baca Juga:   Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Melalui Implementasi Pemasaran Digital, Inovasi Desain, Teknologi Tepat Guna Produksi Konveksi Kaos Di Bumdes Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten

            “Kebijakan penurunan suku bunga acuan BI seyogyanya ditindaklanjuti oleh perbankan dan sektor riil”, harap Amirullah Setya Hardi (Dosen FEB UGM). Perbankan dapat segera menurunkan suku bunga sehingga sektor riil dapat memanfaatkan turunnya suku bunga tersebut untuk berinvestasi atau menggerakkan usahanya kembali.

            Selanjutnya Jaka Sriyana (Guru Besar FBE UII) menyatakan, “Jika diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan maka kebijakan BI tersebut dapat meningkatkan peluang investasi”. Dalam kondisi pandemi, penurunan suku bunga akan meningkatkan permintaan agregat dan tidak berpotensi meningkatkan inflasi.Penurunan BI-7DRRR juga dapat menjadi daya dorong pembiayaan sektor fiskal melalui penjualan obligasi pemerintah.

            “Penurunan BI-7DRRR merupakan langkah yang tepat untuk mendorong investasi yang lesu akibat pandemi”, jelas Nugroho SBM (Dosen FEB Undip). Menurut Nugroho, upaya peningkatkan investasi harus juga disertai dengan meningkatkan iklim dan kemudahan berinvestasi melalui deregulasi dan debirokratisasi.

            “Dengan kebijakan menurunkan BI-7DRRR diharapkan akan diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan”, harap Rudy Badrudin (Dosen STIE YKPN). Penurunan suku bunga perbankan tersebut dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi, termasuk bagi UMKM, melalui invetasi baru atau ekspansi oleh sektor riil.

Yogyakarta, 20 November 2020

Y. Sri Susilo (Koordinator Forkom Apik BI)