Dana Desa Tepat Guna

0
53
Dana Desa Tepat Guna

Wartasurakarta.com – Pada hari Kamis, 05 November 2020 diselenggarakan Workshop Monitoring dan Evaluasi Penyaluran & Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Karanganyar yang bertempat di Ruang Antorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar yang dimulai pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut baik secara langsung maupun virtual via zoom diantaranya Bapak Didi Haryadi, Kepala Bidang Administrasi Pemerintah Desa, Pemprov Jawa Tengah; Bapak I Ketut Sukadana, Kepala Seksi Sistem Informasi Keuangan & Aset, Kementerian Dalam Negeri; Bapak Sulaimansyah, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah; Bapak Wasis Prabowo, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah. Peserta acara workshop terdiri dari OPD terkait, Camat, Forkompimda dan Perwakilan Desa di Wilayah Kabupaten Karanganyar.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar, Bapak Juliyatmono, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemi covid-19 ini cukup berdampak bagi perekonomian dan rencana pembangunan di Kabupaten Karanganyar, sehingga diperlukan strategi yang tepat guna menanggulangi dampak pandemi yang sudah berjalan hamper 9 bulan ini, dan tentunya sinergi dengan berbagai pihak, baik itu dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Bapak Sulaimansyah, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sulaimansyah dalam paparan materinya menyatakan bahwa Dana Desa merupakan dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Daerah (RKD) melalui   Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan public di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa.

Baca Juga:   Pasar Windu Jenar

Bapak Sulaimansyah menjelaskan lebih lanjut bahwa alokasi Dana Desa sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 senantiasa mengalami peningkatan, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi diperoleh informasi bahwa capaian output Dana Desa tahun 2015 sampai dengan 2019 digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat diantaranya pembangunan jalan, jembatan, pasar desa, BUMDES, tambatan perahu, embung, irigasi dan sarana olahraga. Juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa berupa kegiatan yang berkaitan dengan PAUD, pembangunan drainase, posyandu, sumur, penahan tanah, sarana air bersih, MCK dan POLINDES.

Sejak diluncurkannya Dana Desa, telah terjadi perbaikan indikator kemiskinan di desa, yang mana pada tahun 2015 jumlah penduduk miskin pedesaan mencapai 17,89 juta atau 14,09% mengalami penurunan sehingga angka kemiskinan pada tahun 2019 turun menjadi 14,93 juta atau 12,6%. Juga terjadi perbaikan pada Indeks Desa Membangun (IDM), yang mana pada tahun 2015 masih didominasi desa dengan status Desa Tertinggal dan Desa  Sangat Tertinggal mencapai 61,1%, maka pada tahun 2019 kondisi IDM berbalik arah menjadi semakin membaik, dengan dominasi Desa yang berstatus Desa Berkembang, Desa Maju dan Desa Mandiri mencapai 63,95%.

Dengan terjadinya pandemi covid-19, kebijakan Dana Desa Tahun 2020 diarahkan dalam rangka penanganan dampak ekonomi covid-19 yang diwujudkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat selama 9 bulan. Kabupaten Karanganyar dengan 162 desa yang mengelola penyaluran Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) termasuk kategori lancar dalam progres penyalurannya. Hal ini tidak terlepas dari komunikasi dan sinergitas yang baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sragen.

Baca Juga:   Sukseskan Penyaluran DFDD Tahun 2021 di Jawa Tengah

Selain membahas tentang penggunaan Dana Desa tahun 2020 yang digunakan untuk BLT, Bapak Sulaimansyah juga memberikan informasi tentang arah kebijakan Dana Desa tahun 2021 diantaranya berupa eformulasi pengalokasian dan penyaluran Dana Desa, mendukung pemulihan ekonomi desa, dan mendukung pengembangan sektor prioritas.

Dalam acara tersebut juga diundang perwakilan dari Keluarga Penerima Manfaat BLT-DD, yang dalam wawancara langsung menyatakan bahwa dalam situasi pandemic covid-19 ini, bantuan pemerintah sangat berharga bagi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dan tidak ada potongan apapun atas penyaluran bantuan dimaksud, sehingga mereka sangat berterima kasih kepada Pemerintah atas kebijakan BLT-DD tersebut.

#Suparjito, Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah.