Janda Bolong, Apa Itu?

0
92

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang perihal Jabol alias Janda Bolong. Bahkan untuk mendapatkan si Janda Bolong ini, orang harus merogoh kocek super dalam karena tembus di angka 100 juta rupiah.

“Iya mas, beberapa hari lalu saya menjual janbol empat daun seharga Rp 95 juta. Alhamdulillah mas,” cerita Iwan gembira. Iwan adalah pegiat tanaman hias ternama di Bogor.

Sebenarnya “siapa” sih si janda bolong yang bikin heboh dan maharnya mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah ini?

Nama aslinya adalah monstera adansonii variegated dari family araceae. Salah satu tanaman tropical plants (tanaman kekinian) yang lagi diminati dan dicari oleh plant lovers dan plants collector karena keistimewaan variegated-nya.

Lalu kenapa disebut janda bolong?

Jangan berpikiran macam-macam dulu yah! Ternyata, tanaman satu ini memiliki kekhasan dari penampakan dedaunnya yang bolong atau berlubang. Itu sebabnya orang Indonesia menyebutnya janda bolong. Oya, lubang di daun tanaman ini bukan karena penyakit atau serangan hama loh, tetapi benar-benar otentik. Nah, akibat bolong di daunnya inilah yang menyebabkan harganya melangit. Tidak hanya itu, varietas satu ini tergolong langka. Iwan mendapatkan adansonii yang eksotik di Jepang dan Thailand. Sebetulnya, di Indonesia juga ada, cuma beda jenis dan beda warna.

Menurut Iwan, ada dua jenis monstera yaitu adansonii dan epioremiodes. Adansonii memiliki ciri khas antara lain: daun lebih oval, warna Hijau tua dan bolongnya lebih kecil. Sedangkan, epipremiodes bercorak daun panjang, warna daun hijau muda dan bolong daunnya lebih banyak dan besar.

Baca Juga:   Buah Srikaya dan Khasiatnya

Lalu bagaimana dengan harganya? Wah, soal harga kata Iwan sangat tergantung pada kualitas dan kelangkaannya. Bila variegatnya bagus atau ukurannya yang besar, tentu lebih mahal.

Adansonii yang varigatnya bagus dan seimbang antara putih dan hijau, berdaun lebar antara 15 cm hingga 80 cm dibanderol sekitar 10 juta rupiah bahkan lebih. Sedangkan yang biasa dijual seharga 1 juta rupiah. Apakah pembeli di Indonesia tertarik walau harganya mahal? Menurut Iwan, penggemar jenis ini lumayan banyak. Itu terbukti dari banyaknya yang bertanya-tanya. “Tapi, masih sebatas nanya-nanya mas, heee,” kata Iwan.

Mungkin karena harganya yang mahal, sehingga pembelinya masih dihitung jari. Beruntung, berkat dukungan sosial media, Iwan juga memiliki pelanggan dari mancanegara yang cukup banyak. Adansonii yang memukau nan penuh gengsi ini bisa dipajang di teras rumah, pagar tembok atau di jalarin di pohon. Teras atau halaman rumah bakal tampak mewah dengan tanaman hias satu ini.

Bagaimana, bersiap merogoh kocek puluhan juta untuk meminang si janda bolong ini?