Pangkur

0
349

WARTASURAKARTA.COM – Pangkur adalah salah satu tembang macapat yang kedelapan. Kata pangkur adalah penjabaran yang disingkat (jawa: jarwodhosok) nyimpang dan nyingkur. Sekar Pangkur melambangkan manusia yang sudah lanjut usia, artinya harus bisa menghindari dan menjauhi segala macam hal buru, serta harus bisa menahan segala macam nafsu duniawi. Di dalam tembang Pangkur terdapat watak gembira, marah, emosi, gagah, jatuh cinta, kasmaran dan juga fleksibel atau merata.

Sekar Pangkur memiliki aturan tembang yaitu Guru Gatra, Guru Wilangan dan Guru Lagu. Dalam 1 bait sekar Pangkur terdapat 7 baris (gatra).

Baris (gatra) pertama, Guru Wilangan 8 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “a”,

Baris (gatra) kedua, Guru Wilangan 11 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “i”,

Baris (gatra) ketiga, Guru Wilangan 8 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “u”,

Baris (gatra) keempat, Guru Wilangan 7 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “a”,

Baris (gatra) kelima, Guru Wilangan 12 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “u”,

Baris (gatra) enam, Guru Wilangan 8 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “a”,

Baris (gatra) tujuh, Guru Wilangan 8 suku kata (wanda), Guru Lagu jatuh pada huruf (aksara) “i”

Berikut adalah contoh tembang pangkur :

Baca Juga:   Petruk