5 Fakta Menarik Kota Boyolali

0
67
sejarah-kabupaten-boyolali

WARTASURAKARTA.COM – Boyolali, mungkin terdengar kurang familiar di telinga kita. Karena banyak orang lebih mengenal Yogyakarta atau Magelang kalau mau berwisata ke Jawa Tengah. Namun, sebenarnya Boyolali menyimpan beberapa fakta menarik lho. Boyolali sendiri adalah sebuah kabupaten di bagian timur provinsi Jawa Tengah dan dikenal sebagai kota susu. Soalnya, kota Boyolali merupakan produsen susu terbesar di Pulau Jawa sehingga terdapat banyak patung-patung sapi di sejumlah sudut kota.

Berikut fakta menarik lain dari kota Boyolali yang dirangkum dari berbagai sumber. Yuk simak bersama.

1. Sejarah Boyolali

Dahulu kala seorang bernama Ki Ageng Pandan Arang, diutus untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananan jauhnya dari Semarang menuju Tembayat, Ki Ageng meninggalkan anak dan istri dalam waktu lama.

Suatu ketika, Ki Ageng beristirahat di sebuah Batu Besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya Ki Ageng berucap ‘Baya wis lali wong iki’ yang dalam bahasa indonesia artinya ‘Sudah lupakah orang (anak dan istri) ini’. Dari kata ‘Baya wis lali’ maka jadilah nama Boyolali.

Ulang tahun Boyolali dirayakan pada tanggal 5 Juni, yang diambil dari sejarah yang terjadi pada tanggal 5 Juni 1847. Boyolali dikenal sebagai kota Susu dan Nieuw Zeeland van Java, karena kota ini mirip dengan Selandia Baru. Maka, Boyolali juga terkenal sebagai negara produsen susu dan terbesar di Pulau Jawa serta pusat daging sapi lokal dan pusat produsen berbagai macam abon abon sapi.

Baca Juga:   Stadion Sriwedari

Julukan lain kota ini adalah ‘Boyolali Tersenyum’, yaitu merupakan slogan pembangunan Boyolali Tersenyum (Tertib, Elok, Rapi, Sehat, Nyaman untuk Masyarakat).

2. Geografi Boyolali

Boyolali merupakan salah satu kabupaten yang terletak berdekatan dengan Kota Surakarta, Sragen, Salatiga, Purwodadi, dan Magelang. Boyolali terletak 27 km di sebelah barat Solo dan kabupaten ini mencakup wilayah dengan sekitar 1.015,10 km persegi dengan titik tertinggi adalah Gunung Merbabu – 3.141 m.

Boyolali terletak di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang memiliki pemandangan sangat indah dan mempesona, sayuran hijau yang luas dan berbukit-bukit. Serta aktivitas Gunung Merapi yang terlihat dengan jelas aliran lahar dan asapnya.

Jalur Solo-Boyolali-Cepogo-Selo-Borobudur (SSB) yang melintasi kedua gunung tersebut dipromosikan menjadi jalur wisata menarik yang menjadi pilihan bagi wisatawan baik domestik maupun negara asing dari kota budaya Surakarta menuju Candi Borobudur untuk melintasi Kabupaten Boyolali.

Kecamatan Selo dikenal sebagai daerah peristirahatan sementara bagi para pendaki Gunung Merapi dan Merbabu yang mempunyai tempat penjualan cenderamata yang representatif. Kecamatan Cepogo dan Selo merupakan sentra penghasil sayuran hijau yang segar dan murah serta pusat kerajinan tembaga di Boyolali.

3. Penghasil keramik yang tembus pasar dunia

Direktur Nuansa Porcelen Indonesia, Roy Wibisono menciptakan keramik yang dibuat dari bahan-bahan lokal asli Boyolali. Usahanya ini dilakukan secara sungguh-sungguh melalui riset yang mendalam agar bahan-bahan lokal dapat dibentuk menjadi barang-barang jadi dan bernilai jual tinggi.

Baca Juga:   Menguak Misteri 1000 Tahun Perjalanan Tayub (Fakta Ke-1)

Cara pembuatan keramikmu sama dengan membuat batu bata atau genteng. Keramik porselen dibentuk melalui proses pembakaran atau pemanasan. Untuk bahan-bahannya, Roy menggunakan kaolin, feldspar, silika yang kemudian dibakar dengan suhu berkisar 1.200-1.400 derajat Celcius. Beberapa material dari bahan-bahan lokal itu disulapnya menjadi trofi, pating, dinding, piring, mangkok, dan berbagai bentuk lainnya. Hingga saat ini, produk-produk Roy telah dipasarkan diberbagai negara, seperti Denmark, Belanda, Swiss, India, dan Amerika Serikat.

4. Tempat wisata menarik

5 Fakta Menarik Kota Boyolali yang Bisa Bunda Beri Tahu ke Anak

Karena letak Boyolali yang diapit pegunungan, wisata daerah ini banyak didominasi oleh pegunungan, salah satunya objek wisata Gunung Merapi. Salah satu gunung yang masih aktif di dunia dan punya pemandangan alam yang masih indah dan asli.

Kalau Bunda dan keluarga sedang liburan ke Boyolali, tak cuma bisa menikmati pegunungan saja. Di sana ada tempat buat bersantai bersama keluarga atau sahabat, namanya Taman Air Tlatar. Ya, taman air ini adalah salah satu tempat populer di Boyolali.

Seperti dikutip dari detikcom, taman air ini menawarkan berbagai macam kegiatan air yang bisa dilakukan oleh anak-anak sampai orang dewasa. Pengunjung bisa berenang, bermain air, memancing dan lain sebagainya. Di samping itu juga terdapat kolam yang berair bening dengan aneka ragam ikan berukuran kecil, sedang maupun besar. Di sini pengunjung, terutama anak-anak sangat menikmati bermain air sambil mengejar bahkan menangkap ikan.

Baca Juga:   Hakekat Awal Tayub Adalah Adat Keraton Jawa (Fakta Ke-2)

Yang menarik dari tempat ini adalah air yang berada baik di kolam renang maupun kolam ikan semuanya berasal dari mata air alami sehingga airnya begitu bening dan segar. Nggak cuma itu, adapun wisata keluarga lainnya seperti Kampung Lele di Boyolali, Jawa Tengah bisa menjadi destinasi lainnya wisata keluarga yang menarik, karena kita bisa melihat berbagai jenis lele dan bagaimana cara memanennya.

5. Budaya

Tarian Topeng Ireng Boyolali

Di Boyolali ada yang namanya, ‘Sedekah Gunung’ yang di mana upacara ini diselenggarakan di Desa Lencoh, Kecamatan Selo setiap malam 1 Suro. Acara ini merupakan prosesi persembahan kepala kerbau dan sesaji ke kawah gunung Merapi sebagai tanda syukur masyarakat Selo dan sekitarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Budaya menarik lain yang diperkenalkan dari daerah ini adalah, ‘Kirab’, tradisi ini berada di desa Samiran kecamatan Selo kabupaten Boyolali yang dilaksanakan setiap tanggal 2 sura. Ini adalah tradisi iring-iringan dengan mengenakan pakaian adat, untuk menuju ke pesanggrahan Kebo Kanigoro.

Lalu ada ‘Sadranan’ yaitu tradisi masyarakat untuk membersihkan makam leluhur dan ziarah kubur dengan prosesi penyampaian doa dan kenduri yang dilaksanakan oleh warga setempat berujud aneka makanan dan nasi tumpeng. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun pada pertengahan bulan Ruwah (penanggalan jawa) menjelang datangnya bulan Ramadan.