Falsafah Pring (Bambu) Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

0
110

WARTASURAKARTA.COMBambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di masyarakat jawa bambu disebut Pring. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia tumbuh.

Nama dari jenis bambu dalam falsafah hidup orang Jawa memiliki makna-makna filosofis tertentu. Diantaranya adalah : 

  • Pring Dheling tegese Kendel lan Eling, kendel mergo eling timbang grundel nganti suwing… Bahwa orang hidup itu haruslah tau diri dan selalu mawas diri, jangan selalu menggerutu dalam menjalani kehidupan. 
  • Pring Ori, urip iku..mati kabeh seng urip mesti bakale mati. Hidup itu mati dan semua yang hidup pasti mati. 
  • Pring Wuluh, urip iku tuwuh aja mung embuh ethok-ethok ora weruh. Hidup itu tumbuh, selalu dinamis, dan jadi orang janganlah bersikap acuh dan pura-pura tidak tahu menahu apa yang seharusnya kita ketahui. 
  • Pring Cendhani, urip iku wani ngadhepi aja mlayu merga wedi. Dalam menjalani hidup kita haruslah jadi seorang pemberani, berani menghadapi segala situasi dan jangan lari karena takut. 
  • Pring Kuning, urip iku eling wajib padha eling marang sing peparing. Pesan dari wejangan tersebut adalah, hidup harus selalu ingat pada Sang Maha Pengasih. 
  • Pring Apus, urip iku lampus dadi wong urip aja apus-apus. Walaupun hidup dinamis, namun hidup juga mudah rapuh atau lampus. Maka dari itu orang janganlah suka berbohong agar hidup kita tidak semakin rapuh. 
  • Pring Petung, urip iku suwung senajan suwung nanging aja padha nganti bingung. Hidup itu selalu dipenuhi masalah, dan terkadang masalah membuat kita semakin suntuk suwung. Namun, meskipun hidup penuh masalah kita hendaknya jangan selalu bingung. 
Baca Juga:   Mbah Waluyo, cerdas mengolah kata, dagelan lucu penuh petuah

Falsafah Ngelmu Pring juga menyebutkan bahwa, “Pring kuwi suket, dhuwur tur jejeg rejeki seret ora usah padha buneg”,   Walaupun bambu adalah masuk dalam keluarga rumput namun dapat berdiri tegak, walaupun rejeki sedang seret hendaknya jangan terlalu suntuk.